Dede Yusuf Ungkap Nama Ini Kandidat Terkuat Dampingi Anies Baswedan Bertarung di Pemilu 2024

Setelah NasDem mendeklarasikan Anies Baswedan sebagai calon presiden pada Pemilu 2024, maka kini yang ditunggu adalah siapa pendampingnya.

Penulis: Lutfi Ahmad Mauludin | Editor: Giri
Tribun Jabar/Lutfi Ahmad Mauludin
Ketua Dewan Pertimbangan Partai Demokrat Jawa Barat, Dede Yusuf Macan Effendi. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Lutfi Ahmad Mauludin

TRIBUNJABAR ID, BANDUNG - Setelah NasDem mendeklarasikan Anies Baswedan sebagai calon presiden pada Pemilu 2024, maka kini yang ditunggu adalah siapa pendampingnya.

Menjelang pertarungan, NasDem telah berkoalisi dengan Demokrat dan PKS.

Lalu, siapa yang ditunjuk menjadi calon wakil presiden nanti?

Kini, nama yang akan ditunjuk sudah semakin mengerucut. 

Hal itu diungkapkan anggota DPR RI dari Fraksi Demokrat, Dede Yusuf Macan Effendi.

Baca juga: Survei Litbang Kompas, Partai Demokrat Geser Golkar, AHY Ogah Jemawa, Perindo Makin Semangat

"Pak AHY (Agus Harimurti Yudhoyono) ini tokoh dengan survei calon wapres  tertinggi. Jadi sangat rasional untuk bisa memadukan kedua tokoh tersebut," kata Dede Yusuf di Soreang, Kabupaten Bandung, Jumat (28/10/2022).

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat menerima kunjungan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Kantor DPP Partai Demokrat, Jumat (7/10/2022) pagi.
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat menerima kunjungan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Kantor DPP Partai Demokrat, Jumat (7/10/2022) pagi. (Partai Demokrat)

Kalau ini terjadi, kata Dede Yusuf, maka harapan Demokrat terwujud.

"Akan terjadi gelombang dukungan dari masyarakat yang menginginkan perubahan dan perbaikan," kata Dede Yusuf.

Saat ini kata, Dede Yusuf, pihaknya membawa kader terbaiknya, AHY, sebagai calon presiden.

Baca juga: Ini Tiga Nama Bakal Cagub Jawa Barat dari Demokrat, Ada Nama Dede Yusuf dan Bupati Karawang

"Kalau kami di dalam koalisi pasti harus ada yang mau menjadi cawapres," kata Dede Yusuf.

Tentu, kata Dede Yusuf, AHY juga sudah menyampaikan bahwa pada saat ini tidak bisa mengusung calon sendirian karena jumlah kursi tidak mencukupi.

"Maka harus ikut pada gerbong yang besar. Pada posisi yang besar itu, tentu kami akan mendiskusikan posisi tawar tadi. Ini adalah bagian yang sangat natural. Di dalam pilkada pun demikian, biasanya, menjelang hari-H itu baru akan ketahuan," ucapnya. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved