Selasa, 28 April 2026

Dadah PR! Mulai 10 November Nanti Siswa SD dan SMP di Surabaya Bebas PR, Ini Gantinya

Dengan adanya pembebasan PR tersebut diharapkan siswa dapat meningkatkan kemampuannya dalam bersosialisasi.

tribunjabar/lutfi ahmad mauludin
ILUSTRASI murid SD - Pelajar di Surabaya akan dibebaskan dari pekerjaan rumah alias PR mulai 10 November 2022. 

TRIBUNJABAR.ID - Pelajar di Surabaya akan dibebaskan dari pekerjaan rumah alias PR mulai 10 November 2022.

Ini berlaku untuk pelajar Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Aturan pembebasan PR bagi siswa SD SMP tersebut bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan.

Kebijakan ini diambil lantaran Pemerintah Kota (Pemkot) melalui Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya akan segera menerapkan sistem dua jam pelajaran.

Sistem dua jam pelajaran dimaksudkan untuk mendalami karater siswa.

Baca juga: Kera Kejar-kejar Siswa Sekolah Muthia Harapan Cicalengka Bandung, Ditangkap Besok

Dengan adanya pembebasan PR tersebut diharapkan siswa dapat meningkatkan kemampuannya dalam bersosialisasi.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mengatakan bahwa PR jangan sampai membebani siswa.

Namun sebagai gantinya, Pemkot Surabaya akan mengubah PR menjadi program pendalaman karakter siswa.

"Sebetulnya PR itu jangan membebani anak-anak, tapi yang saya ubah PR itu adalah untuk kegiatan pembentukan karakter.

"Saya harap meskipun ada PR tapi tidak terlalu berat dan terlalu banyak, yang penting adalah pertumbuhan karakter mereka," kata Eri Cahyadi pada Jumat (21/10/2022), dikutip dari Kompas.com.

Tak hanya wali kota, Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya, Yusuf Masruh juga turut berperan dalam mengurangi beban PR siswa.

Hal tersebut dilakukan sesuai instruksi wali kota terkait jam sekolah yang terlalu panjang sehingga berakibat pada proses sosialisasi siswa.

Yusuf menjelaskan bahwa proses pembelajaran akan selesai pukul 12.00 WIB kemudian dilanjutkan dengan pengembangan bakat.

"Jam belajar selesai pukul 12.00 WIB dan pendalaman sampai pukul 14.00 WIB. Artinya dua jam sudah efektif, anak-anak bisa mengikuti pola pembelajaran melalui pengambangan bakat masing-masing," ungkap Yusuf, dikutip dari Kompas.com.

Baca juga: Setahun Tragedi Susur Sungai Cileueur Ciamis, Keluarga Tabur Bunga di Tempat 11 Siswa MTs Meninggal

Pengembangan bakat yang dimaksud oleh kepala Dispendik yakni lukis, menari, mengaji dan lainnya.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved