Jumat, 10 April 2026

Tragedi Arema vs Persebaya

Tersangka Tragedi Kanjuruhan Terbata-bata Saat Berikan Keterangan, Ini Katanya

SUARA tersangka tragedi Kanjuruhan, Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB), Ahmad Hadian Lukita, bergetar saat memberikan keterangan pers.

Editor: Januar Pribadi Hamel
Tribun Jabar/Ferdyan Adhy Nugraha
Direktur Utama PT LIB, Ahmad Lukita (tengah) bersama Manajer Kompetisi PT LIB Asep Saputra (kanan), dan Direktur Operasional PT LIB Sudjarno (kiri). Ahmad Lukita jadi tersangka tragedi Kanjuruhan. 

TRIBUNJABAR.ID - SUARA tersangka tragedi Kanjuruhan, Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB), Ahmad Hadian Lukita, bergetar saat memberikan keterangan pers usai mengikuti rapat dengan Menkopolhukam sekaligus Ketua TGIPF Kanjuruhan, Mahfud MD, Selasa (11/10).

Mengenakan pakaian kemeja putih bertuliskan PSSI itu menyampaikan sedikit soal rapat bersama TGIPF tragedi Kanjuruhan dan jajaran terkait di kantor Kemenko Polhukam RI, Jakarta, kemarin.

"Ini sudah menjadi tragedi nasional," ujar kata Lukita terbata-bata saat memberikan keterangan terkait targedi Kanjuruhan.

"Tentu kami sangat berduka dengan situasi ini, dan saya harus mempertanggung jawabkan apa yang harus saya pertanggungjawabkan."

Baca juga: Jadwal Persib Bandung vs Pesija Jakarta Liga 1 Tidak Akan Digelar Malam Hari

Lukita menjadi satu di antara enam orang yang ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak Kepolisian sebagai tersangka dalam tragedi di Stadion Kanjuruhan yang menewaslan 132 orang.

Ia berharap prosesnya segera selesai. "Mudah-mudahan tidak ada lagi kejadian-kejadian seperti ini, mudah-mudahanan jadi pelajaran bagi kita semua, seluruh stekholder sepak bola," ujarnya.

Selain Akhmad Lukita, tersangka lainnya adalah Ketua Panitia Pelaksana Arema Malang, Abdul Haris dan Security Steward, Suko Sutrisnom.

Selain itu, ada juga Kabag Ops Polres Malang, Kompol Wahyu Setyo Pranoto; Kasat Samapta Polres Malang, AKP Bambang Sidik Achmadi; dan Komandan Kompi Brimob Polda Jawa Timur, AKP Hasdarman.

Ketiganyalah yang memberikan perintah menembakkan gas air mata saat terjadi rusuh di Kanjuruhan.

Ngacir

Berbeda dengan Lukita yang langsung menemui wartawan dan memberikan pernyataan, Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Mochamad Iriawan mendadak menghilang usai dipanggil TGIPF terkait tragedi Kanjuruhan, kemarin.

Pria yang karib disapa Iwan Bule tersebut diduga menghindari awak media yang sudah menanti dirinya dan keluar melalui pintu belakang Kementerian Polhukam, Jakarta.

Sekitar pukul 13.30 WIB, Iwan Bule beserta jajaran PSSI masih terlihat keluar dari ruangan untuk melaksanakan salat Zuhur berjamaah di masjid Kementerian Polhukam. Saat ditanya hasil rapat, Iwan Bule belum bisa menyampaikannya.

"Belum, belum. Ini masih lanjut. Ini break salat dulu, nanti ya (hasil rapat-red)," katanya.

Setelah salat Iwan Bule bersama Sekjen PSSI Yunus Nusi, Wakil Ketua Umum PSSI Iwan Budianto terlihat berbicang santai dengan dua anggota TGIPF, Suwarno dan Nugroho Setiawan. Adapun, Ketua TGIPF yang juga Menko Polhukam, Mahfud MD telah meninggalkan ruang rapat sekitar pukul 13.10 WIB.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved