KPU se-Jabar Mewaspadai Ancaman Hoaks Menjelang Pemilu 2024
Mejelang 2024 berita hoaks sudah berseliweran. KPU Jabar bersiap untuk menghadapinya.
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: taufik ismail
Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Bersiap menghadapi penyebaran hoaks dan demi mewujudkan Pemilu 2024 dan Pilkada 2024 yang sukses, serta mendukung literasi digital, KPU Provinsi/ Kabupaten/ Kota di Jawa Barat menandatangani komitmen bersama Diskominfo Jabar Saber Hoaks.
Anggota KPU Provinsi Jawa Barat, Reza Alwan Sovnidar dalam kesempatan itu membawa semua Ketua KPU di 27 Kabupaten/ Kota se-Jawa Barat serta ketua divisi sosialisasi, pendidikan pemilih, dan partisipasi masyarakat untuk ikut Festival Literasi Digital (VIRAL) 2022.
Acara itu digelar Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Barat di Novotel Hotel Bandung, Sabtu (8/10/2022).
Jabar Saber Hoaks atau Jabar Sapu Bersih Hoaks memandang bahwa menuju tahun 2024 hoaks kepemiluan diprediksi dapat terjadi, maka dalam meminimalisasi perpecahan masyarakat perlu langkah bersama yang konkrit.
Pada kesempatan penyampaian, Reza Alwan Sovnidar menyebut bahwa pertemuan dalam forum tersebut sebagai ajang silaturahmi dan kolaborasi.
“Sesuai dengan prinsip Akur Sauyunan dan Babarengan, KPU Provinsi/ Kabupaten/ Kota di Jawa Barat berkomitmen untuk wujudkan Pemilu dan Pilkada 2024 yang berkualitas,” tutur Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, dan Partisipasi Masyarakat itu.
Ia juga menyampaikan harapannya untuk Pemilu dan Pilkada 2024 di Jawa Barat bebas dari serangan hoaks dan berjalan dengan aman, serta meningkatkan kualitas pemilih dengan literasi digital.
Kepala Diskominfo Provinsi Jawa Barat, Ika Mardiah mengatakan bahwa perkembangan dunia digital memiliki kebermanfaatan yang berdampak positif, namun demikian harus diwaspadai pula terkait dampak negatifnya.
“Hingga 6 Oktober 2022 dari 799 aduan yang diterima, sebanyak 643 aduan merupakan berita keliru atau hoaks dengan beragam isu.” ujar Ika Mardiah.
Ia juga menambahkan tujuan digelarnya acara itu yaitu untuk mengeratkan kolaborasi antar sesama pegiat literasi di Jawa Barat serta bersama-sama merumuskan literasi digital yang sejalan dengan nilai-nilai kultur masyarakat Jawa Barat.
Pada kesempatan acara yang sama hadir Staf Khusus Presiden Republik Indonesia, Angkie Yudistia.
Ia memaparkan pada keynote speech yakni salah satu pilar pembangunan bangsa sesuai arahan dari Presiden RI Joko Widodo adalah dengan membangun dan mengembangkan sumber daya manusia digital melalui upaya percepatan transformasi digital.
“Transformasi digital ini harus diiringi dengan peningkatan literasi digital agar internet dan arus informasi yang banyak beredar dapat dipergunakan untuk hal-hal yang edukatif dan produktif," kata Angkie.
Baca juga: Rekrut Badan Ad Hoc, KPU Jabar Manfaatkan Teknologi Informasi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Staf-Khusus-Presiden-Republik-Indonesia-Angkie-Yudistia-Viral-2022.jpg)