Tragedi Arema vs Persebaya

Suporter Klub Indonesia Bersatu, Ancam Lakukan Gerakan Revolusioner, Jika Hasil Investigasi Tak Adil

Perwakilan suporter klub di Indonesia bersatu. Mereka bertemu TGIPF Kanjuruhan.

Editor: taufik ismail
TRIBUN JABAR/YUDHA MAULANA
Pentolan Bonek, Andi Peci ketika memberikan keterangan kepada awak media di GOR Padjadjaran Kota Bandung, Minggu (8/1/2017). Ia mengatakan suporter Indonesia akan beraksi jika hasil investigasi tragedi Kanjuruhan tak adil bagi mereka. 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Pentolan Bonek, Andi Peci, mengatakan suporter Indonesia akan melakukan gerakan revolusioner apabila hasil investigasi tragedi Kanjuruhan tidak adil bagi suporter.

Hal itu disampaikan Andi yang mewakili 30 elemen suporter Indonesia usai bertemu Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) Tragedi Kanjuruhan di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Kamis (6/10/2022) sore. 

“Kalau kami tidak bisa mendapatkan hasil yang adil buat suporter, tentu kami akan melakukan gerakan yang revolusioner,” ujar Andi.

Andi memastikan, gerakan tersebut merupakan gerakan yang luar biasa bagi suporter.

“Gerakan yang luar biasa, terutama untuk federasi sepak bola nasional (PSSI),” ujar Andi. 

Suporter Indonesia, tegas Andi, menginginkan adanya perubahan sejati terhadap sepak bola nasional ke depan. Setidaknya, perubahan tersebut agar tragedi Kanjuruhan tidak terulang di kemudian hari. 

Andi juga menyampaikan, suporter Indonesia meminta pemerintah untuk tidak sekadar menyelesaikan tragedi Kanjuruhan, tapi juga harus membuat peristiwa ini terang-benderang, termasuk putusan hukuman terhadap pihak yang bertanggung jawab. 

“Sesegera mungkin diselesaikan, tidak hanya diselesaikan, tapi memang harus terang-benderang, siapa yang bertanggung jawab, hukumannya apa dan sebagainya harus segera diputuskan,” katanya. 

Baca juga: Kata Akhmad Hadian Lukita Usai Jadi Tersangka Tragedi Kanjuruhan & Terancam Hukuman 5 Tahun Penjara

Andi menambahkan, seluruh suporter Indonesia berduka atas tragedi kemanusiaan di Kanjuruhan.

Menurutnya, satu orang tidak bersalah yang kehilangan nyawa merupakan kematian bagi semua umat manusia. 

“Apalagi ini ratusan, kami berharap pemerintah yang dalam hal ini diwakili TGIPF bekerja lebih serius, adil, dan objektif, agar semuanya bisa kembali normal,” ujarnya.

Pengamat olahraga yang juga anggota TGIP Tragedi Kanjuruhan, Akmal Marhali, mengatakan para suporter telah menyampaikan pemikiran-pemikiran mereka dalam upaya menyelamatkan sepak bola Indonesia dari masalah yang ada selama ini.

"Termasuk di antaranya adalah menyampaikan agar kasus Tragedi Kanjuruhan atau meninggalnya suporter di lapangan sepak bola tidak terjadi lagi ke depannya," ujarnya.  "Ini merupakan dukungan moral yang besar sekali dari para supporter." 

Ditemui usai memimpin rapat koordinasi evaluasi dan perbaikan prosedur pengamanan sepakbola Indonesia di kantor Kemenpora, Jakarta, kemarin, Menpora Zainudin Amali menegaskan kejadian di Stadion Kanjuruhan harus membawa perubahan ke arah positif.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved