Puluhan Pelaku UMKM Cimahi Dapat Pelatihan Laporan Keuangan Dari Prodi Akuntansi FEB Unjani

Puluhan pelaku UMKM Cimahi dapat pelatihan laporan keuangan dari Prodi Akuntansi FEB Unjani

Penulis: Kemal Setia Permana | Editor: Siti Fatimah
Kemal S Permana
Dosen Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jenderal Ahmad Yani, Budi Hendaris (berdiri), memberikan pemaparan dalam pelatihan laporan keuangan berbasis standard akuntansi yaitu Standard Akuntansi Keuangan Ekonomi Mikro Kecil dan Menengah (SAK EMKM) kepada para pelaku UMKM di Cimahi Technopark, Rabu (5/10/2022). 

TRIBUNJABAR.ID, CIMAHI- Usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) merupakan sektor yang dipandang sangat penting bagi ketahanan ekonomi masyarakat. Ini karena UMKM sudah terbukti menjadi sektor yang bisa bertahan dalam keadaan krisis, termasuk krisis ekonomi global akibat pandemi Covid-19.

Namun sayang, bermunculannya pelaku UMKM, terutama yang baru, tidak disertai dengan keahlian mereka dalam merumuskan kinerja keuangan, termasuk dalam hal membuat laporan keuangan. 

Padahal laporan keuangan merupakan salah satu faktor penting agar UMKM bisa berinteraksi dengan perbankan, terutama terkait akses permodalan.

Menyadari hal ini,  Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jenderal Ahmad Yani menggelar pelatihanan dan pendampingan Penyusunan Laporan Keuangan UMKM berdasarkan SAK EMKM Bagi Pelaku UMKM di Kota Cimahi di Cimahi Technopark, Rabu (5/10/2022).

Dosen Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jenderal Ahmad Yani, Budi Hendaris (berdiri), memberikan pemaparan dalam pelatihan  laporan keuangan berbasis standard akuntansi yaitu Standard Akuntansi Keuangan Ekonomi Mikro Kecil dan Menengah (SAK EMKM) kepada para pelaku UMKM di Cimahi Technopark, Rabu (5/10/2022).
Dosen Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jenderal Ahmad Yani, Budi Hendaris (berdiri), memberikan pemaparan dalam pelatihan laporan keuangan berbasis standard akuntansi yaitu Standard Akuntansi Keuangan Ekonomi Mikro Kecil dan Menengah (SAK EMKM) kepada para pelaku UMKM di Cimahi Technopark, Rabu (5/10/2022). ()

Dosen Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jenderal Ahmad Yani, Budi Hendaris, yang memberikan pelatihan, mengatakan bahwa pihaknya bekerjasama dengan Pemkot Cimahi melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi, mengumpulkan puluhan UMKM yang diberi pelatihan dan pendampingan laporan keuangan. 

"Usaha itu harus punya catatan, sehingga bisa menghitung laba, keuntungan dan kerugian," ujar Budi di sela acara pelatihan

Budi Hendaris mengatakan bahwa metode pelatihan yang diberikan kepada para pelaku UMKM adalah laporan keuangan berbasis standard akuntansi yaitu Standard Akuntansi Keuangan Ekonomi Mikro Kecil dan Menengah (SAK EMKM).

Budi menyebutkan bahwa kegiatan ini juga merupakan  bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi ketiga yakni pengabdian kepada masyarakat.    

"Jadi pada intinya kegiatan pelatihan SAK EMKM ini dalam rangka pengabdian kepada masyarakat dalam wujud memberikan pelatihan kepada para pelaku UMKM di Kota Cimahi," katanya.

Jika para pelaku UMKM ini berhasil menguasai laporan keuangan, kata Budi, maka tidak menutup kemungkinan para UMKM ini akan memiliki akses permodalan yang lebih mudah ke perbankan.

Sebab, kata dia, pihak perbankan akan melihat kinerja UMKM berdasarkan laporan keuangan.

"Oleh karena itu pelatihan ini diberikan kepada para UMKM agar nanti mereka bisa membuat laporan keuangan dengan lebih baik dengan menggunakan metode SAK EMKM ini, salah satu keuntungannya adalah mempermudah akses ke perbankan," katanya. 

Workshop yang diberikan, kata Budi, tidak hanya memberikan pelatihan saja, namun juga sekaligus pendampingan sehingga para pelaku UMKM ini akan tetap dibina pasca pelatihan.

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved