Flyover Kopo Selesai, Pemkot Siapkan 2 Flyover Selanjutnya, Bagaimana Perkembangan Underpass Cibiru?

Jalan layang (flyover) Kopo Kota Bandung telah resmi difungsikan secara langsung oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil pekan lalu.

nazmi abdurrahman/tribunjabar
Flyover Kopo resmi diuji coba mulai Kamis, 22 September 2022, sejak pukul 00.00 WIB. Setelah jalan layang Kopo, pemerintah pun kini berfokus untuk menghadirkan kembali dua jalan layang di Bandung, jalan layang flyover Buahbatu dan jalan layang Nurtanio. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Jalan layang (flyover) Kopo Kota Bandung telah resmi difungsikan secara langsung oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil pekan lalu.

Keberadaan jalan layang Kopo ini berfungsi guna mengurai kemacetan di wilayah Kopo agar menjadi lancar.

Tetapi, masih ada pembenahan persimpangan jalur selatan ke utara.

Setelah jalan layang Kopo, pemerintah pun kini berfokus untuk menghadirkan kembali dua jalan layang di Bandung, jalan layang flyover Buahbatu dan jalan layang Nurtanio.

Baca juga: Sepekan Uji Coba Flyover Kopo Kota Bandung Pengguna Jalan Keluhkan Macet, Ternyata Ini Penyebabnya

Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) wilayah IV Jabar pada Kementerian PU, Dedy Hariadi, menjelaskan pembuatan jalan layang Buahbatu masih dalam proses pengadaan lahan oleh Pemerintah Provinsi Jabar, sedangkan jalan layang Nurtanio sedang berproses tahun ini.

"Kami (Kementerian PU) dan balai besar lagi proses penilaian dan koordinasi dengan Pemkot untuk percepatan dilakukannya penetapan lokasi," kata Dedy di Balai Kota, Rabu (5/10/2022).

"Ya, yang paling memungkinkan lebih dahulu dibangun itu flyover Nurtanio, sedangkan yang Buahbatu masih menunggu provinsi untuk pembebasan lahannya."

Dedy juga mengatakan uang ganti rugi untuk jalan layang Nurtanio sudah dipersiapkan sehingga pada awal Januari 2023, bila penetapan lokasinya selesai, bisa dibayarkan dan dilaksanakan konstruksinya.

Baca juga: Flyover Kopo Resmi Diuji Coba, Tadi Pagi Simpang Empat Kopo Tak Terlalu Macet, Nanti Sore Bagaimana?

"Flyover Nurtanio rencananya akan berada di lahan seluas 930 meter, konstruksi flyover-nya 210 meter, dan estimasi Rp 176 miliar untuk biaya konstruksinya, sedangkan anggaran pembebasan lahannya Rp 120 miliar," ujarnya.

Dia juga menambahkan pengoperasian jalan layang Nurtanio diperkirakan bakal terjadi di kuartal kedua 2024 bila pembayaran uang ganti rugi dilakukan awal Januari 2023.

Kehadiran jalan layang, lanjut Dedy, berfungsi mendukung percepatan kereta cepat (KCIC).

"Jika nanti sudah beroperasi (Nurtanio) maka akan menjadi pengumpan dari Padalarang ke Cileunyi pakai KCIC yang hanya perlu waktu 15 menitan," katanya.

Ketika disinggung tenytang underpass Cibiru, Dedy menjelaskan sebenarnya sudah ada desain dari dinas terkait.

Namun, Kementerian PU melakukan review dan mencoba mengusulkan tahun depan atau tahun selanjutnya karena anggarannya terbatas.

"Desain (underpass) belumlah final. Tapi, estimasi pengerjaannya sekitar setahun dengan anggaran yang belum keluar karena proses review desain dari dinas terkait."

"Dan, kami belum tahu kapan untuk underpass Cibiru ini karena masih ada kebutuhan prioritas," kata Dedy seraya mengaku sudah ada obrolan dengan Gubernur Jabar terkait hal itu. (*)

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved