ODGJ di Panti Sukabumi Dapat Layanan Kesehatan hingga KTP di Peringatan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia

ODGJ di Panti Sosial Aura Welas Asih (AWA) Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat mendapatkan layanan kesehatan hingga perekaman KTP-el.

Penulis: M RIZAL JALALUDIN | Editor: Giri
Tribun Jabar/M Rizal Jalaludin
ODGJ saat melakukan perekaman KTP-el di Panti Sosial Aura Welas Asih (AWA) Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Selasa (4/10/2022). 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Kabupaten Sukabumi, M Rizal Jalaludin

TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - Puluhan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Panti Sosial Aura Welas Asih (AWA) Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat mendapatkan layanan kesehatan hingga perekaman e-KTP, Selasa (4/10/2022).

Layanan kesehatan dan e-KTP itu dilakukan oleh Sentra Phalamartha Sukabumi yang bekerja sama dengan Dinas Kesehatan, Dinsos dan Disdukcapil Kabupaten Sukabumi.

Kepala Sentra Phalamartha Sukabumi, Cup Santo, mengatakan, kegiatan itu dilakukan karena ODGJ memiliki hak yang sama seperti warga sipil lainnya.

Langkah ini juga dalam rangka peringatan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia 2022.

"Ini kami laksanakan dalam rangka peringatan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia yang jatuh pada 10 Oktobet. Tapi di lingkungan kami, Kementerian Sosial, puncaknya pada 6 Oktober, dan di setiap UPT melaksanakan rangkaian penyelenggaraan peringatan untuk di Sentra Palamarta sudah berjalan dan dilakukan hari ini di LKS Aura Welas Asih," ujar Cup Santo saat ditemui di Panti Sosial AWA.

Cup Santo menjelaskan, terdapat tujuh kegiatan yang dilakukan.

Baca juga: Pendaftaran Anggota Panwascam di 38 Kecamatan di Kabupaten Sukabumi Diperpanjang, Ini Sebabnya

"Dari pembebasan pasung, reunifikasi keluarga bagi ODG yang terlantar atau sudah sekian lama tinggal di LKS, terus bantuan atensi, pelaksanaan perekaman data KTP bekerja sama dengan Disdukcapil, pemeriksaan kesehatan umum dan Covid-19 untuk vaksin yang pertama dan yang kemudian adalah kampanye sosial," jelas Cup Santo.

"Di sini semua untuk mencoba mengingatkan kita kembali, mengingatkan kita semua bahwasannya ODGJ itu bisa disembuhkan dan penyembuhannya itu bisa dilakukan oleh keluarga," ucap Cup Santo.

Baca juga: Longsor Sukabumi: Satu Rumah Terancam, Kabel Internet Terbawa Arus, Jalan Terputus

Dia mengatakan, layanan kesehatan hingga perekaman e-KTP kepada ODGJ itu dilakukan adalah upaya untuk memenuhi hak mereka sebagai warga negara Indonesia (WNI).

"Ini sebnarnya langkah yang perlu dan sangat penting karena kita memenuhi hak sipil semua warga, apa pun kondisinya setiap anggota warga negara Indonesia harus memiliki KTP, NIK, dan itu menjadi salah satu syarat untuk terakseskan kepada berbagai layanan sosial. BPJS, DTKS, bantuan-bantuan sosial, kan mengacu kepada DTKS dan syarat untuk itu adalah harus memiliki NIK," ujar Cup Santo. (*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved