192 Desa di Kabupaten Purwakarta Rawan Longsor, BPBD Harap Punya Peralatan Tempur yang Lengkap
Baru terbentuk awal tahun ini, BPBD Purwakarta belum memiliki peralatan memadai.
Penulis: Deanza Falevi | Editor: taufik ismail
Laporan Wartawan Tribunjabar.id, Deanza Falevi
TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purwakarta berharap bisa mendapatkan peralatan tempur untuk penanggulangan bencana alam.
Mengingat, di Kabupaten Purwakarta saat ini memasuki pergantian musim yang kerap terjadi bencana alam.
Hal itu disampaikan langsung oleh Kepala BPBD Kabupaten Purwakarta, Yuddy Herdiana.
Ia mengatakan bahwa intensitas hujan yang turun sejak beberapa hari ini membuat jajarannya siap siaga bila terjadi bencana alam di Kabupaten Purwakarta.
Namun ia menyayangkan terkait sarana dan prasana untuk penanggulangan bencana alam yang di markasnya belum memadai.
Hal itu dikarenakan BPBD di Kabupaten Purwakarta ini terbilang baru karena dibentuk pada Januari 2022 lalu.
"BPBD di Purwakarta kan masih seumur jagung. Jadi wajar, kami belum memiliki peralatan teknis yang lengkap untuk penanggulangan jika terjadi bencana alam," ujar Yuddy saat dihubungi Tribunjabar.id, Selasa (4/10/2022).
Ia mengatakan, untuk kebutuhan perlengkapan teknis, pihaknya telah mengajukan bantuan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Adapun peralatan teknis yang diajukan, di antaranya adalah kendaraan komando atau mobil rescue, alat berat, perahu dan tenda darurat.
"Awal september kemarin sudah kami ajukan ke BNPB. Harapan kami, di 2023 nanti bisa diakomodasi. Selain ke pusat, kami juga akan mengajukan di APBD Kabupaten. Karena, biar bagaimana pun peralatan teknis seperti ini sangat diperlukan. Untuk saat ini, kami baru memiliki perahu karet saja," kata Yuddy.
Sementara itu, daerah rawan bencana di Kabupaten Purwakarta, Yuddy mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan pemetaan.
Sejak BPBD Kabupaten Purwakarta berdiri, ia mengatakan bahwa pihaknya telah mengatasi sejumlah bencana alam seperti pergerakan tanah, longsor, kebakaran hutan, dan banjir.
"Yang paling kami antisipasi, itu pergerakan tanah dan longsor. Kami telah menguatkan komunikasi dengan seluruh pihak terkait sebagai langkah antisipasi guna meminimalisasi dampak yang timbul dari bencana alam di pergantian musim ini," ujarnya.
Adapun untuk wilayah berpotensi terjadi bencana longsor, ia mengatakan bahwa saat ini di Kabupaten Purwakarta ada 192 desa atau kelurahan yang terancam bencana longsor.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/ilustrasi-longsor_20180223_094344.jpg)