Senin, 4 Mei 2026

Lemhannas: Kurikulum Wawasan Kebangsaan di Jabar Laik Ditiru Provinsi Lain

M Ihsan mengatakan, kurikulum wawasan kebangsaan di Jabar layak ditiru oleh provinsi lain.

Tayang:
Istimewa
Kepala Dinas Pendidikan Jabar Dedi Supandi saat menjelaskan tentang kurikulum wawasan kebangsaan yang diterapkan di Jabar. 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) RI menilai pemberian pemahaman wawasan kebangsaan di lingkungan pendidikan di Jawa Barat laik ditiru oleh semua provinsi se-Indonesia.

Pendidikan ini dinilai sangat penting untuk membentengi generasi muda terhadap sejumlah tantangan maupun isu-isu global.

Dinas Pendidikan Jabar telah menerapkan praktik-praktik pembumian Pancasila di sekolah, baik melalui kurikulum ataupun program dan kegiatan. Di antaranya, melalui hadirnya kurikulum Anti Radikalisme-Terorisme dan kurikulum Anti-korupsi untuk SMA, SMK SLB.

Kasubdit Opreasional Pembinaan Pelaksanaan Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan (Taplai) Lemhanas RI, M Ihsan, mengatakan lingkungan sekolah di Jabar diharapkan terus berinovasi untuk memperkuat pemahaman tentang nilai-nilai kebangsaan. Sehingga pelajar di Jabar dapat mengimplementasikan tanpa ada rasa terpaksa, melainkan hadir atas keinginan sendiri.

"Sebenarnya hampir semua yang sudah diterapkan di Jabar itu saya berharap bisa diterapkan juga di provinsi-provinsi lain. Apa yang sudah dipaparkan dari Pak Kadisdik itu membuat kami semakin percaya kalau itu diterapkan di seluruh provinsi indonesia akan lebih baik lagi," ujar M Ihsan, dalam pertemuan dengan Disdik Jabar, beberapa waktu lalu.

Menurut Ihsan, dengan menumbuhkan nilai-nilai Kebangsaan mulai di bangku sekolah maka tantangan maupun isu isu global dapat diantisipasi sejak dini. Terlebih, dengan kemajuan teknologi dewasa ini informasi begitu kian mudah diakses.

Jika nilai-nilai kebangsaan itu tidak ditanamkan sejak dini, dia menilai akan memperlemah jati diri anak bangsa terhadap nilai yang ada di negaranya sendiri. Karena itu, Ihsan mengapresiasi, khususnya kepada Kepala Dinas Pendidikan Jabar Dedi Supandi yang telah mengimplementasikan tentang wawasan kebangsaan itu ada sektor pendidikan di Jawa Barat

Diketahui, Dedi Supandi sendiri merupakan alumni Taplai Lemhannas RI Angkatan III Virtual 2022.

"Semoga ke depan apa yang sudah beliau sampaikan di Jabar khususnya kepada lingkungan sekolah di Jabar bisa memperkuat lagi kaitan dengan cara penyampaiannya, bobot materinya, dan sebagainya. Sehingga apa yang sudah diterapkan bisa menjadi lebih baik lagi," harap Ihsan.

Dedi Supandi mengatakan jika pada 2045 mendatang Indonesia memasuki generasi emas, maka pada momen itu peran dari siswa maupun siswi, khususnya yang kini duduk di bangku SMA, SMK dan SLB akan sangat sangat dibutuhkan.

Namun di balik itu, ada sejumlah tantangan yang dihadapi siswa dan siswi untuk menjalankan praktik-praktik pembumian Pancasila pada era digitalisasi ini. Selain terkait intoleransi, radikalisme dan terorisme, tingkat kesopanan netizen yang hari ini kita paling terendah di Asia Pasifik pun harus menjadi perhatian.

"Di mana banyak informasi hoaks yang sulit dibendung, juga tingkat kesopanan yang cenderung mulai terkikis," ujar Dedi Supandi.

Karena itu, pihaknya sudah menerapkan kurikulum Pencegahan dan Penanggulangan Radikalisme dan kurikulum Antikorupsi. Serta membentuk sekolah sekolah toleran, yang di dalamnya diajarkan kepada siswa dan siswi agar mampu memilah berita hoaks.

Termasuk dengan menggulirkan program Tujuh Harkat. Tujuh Harkat ini dikemas dengan tema-tema praktek baik yang setiap hari berbeda. Hari senin, selasa, rabu, kamis, jumat, sabtu, dan minggu, diisi dengan praktik baik khas.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved