Tragedi Arema vs Persebaya
Arema FC Dukung Penuh Investigasi Tragedi Kanjuruhan oleh Polisi, Ikut Beduka dan Memohon Maaf
Arema FC mendukung penuh investigasi yang dilakukan oleh pihak kepolisian terkait tragedi Kanjuruhan yang melibatkan Aremania.
TRIBUNHABAR.ID, MALANG - Arema FC mendukung penuh investigasi yang dilakukan oleh pihak kepolisian terkait tragedi Kanjuruhan yang melibatkan Aremania.
Tragedi Kanjuruhan terjadi setelah pertandingan Arema FC vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Sabtu (1/10/2022).
Akibat tragedi Kanjuruhan ratusan orang meninggal dunia. Korban adalah suporter Arema FC atau Aremania.
"Kami juga mendukung penuh pengusutan yang dilakukan pihak kepolisian," kata Presiden Arema FC Gilang Widya di laman resmi Arema FC.
Baca juga: TRAGEDI KANJURUHAN, Kontras Desak Kapolri Usut Anggotanya yang Diduga Penyebab Jatuhnya Korban
Gilang juga memohon pihak-pihak untuk menahan diri sampai benar-benar ketemu titik terang permasalahannya.
Gilang menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh Aremania, masyarakat Malang dan semua yang terdampak akibat insiden yang terjadi di pekan ke 11 BRI Liga 1 2022 tersebut.
"Sebagai Presiden Arema FC, saya meminta maaf kepada seluruh warga malang raya yg terdampak atas kejadian ini," katanya.
Gilang mengaku sangat prihatin dan mengutuk keras kerusuhan di stadion Kanjuruhan yang mengakibatkan seratusan lebih korban jiwa.
"Saya turut merasakan duka yang mendalam dan berbelasungkawa untuk para Aremania yang menjadi korban dalam musibah Kanjuruhan tadi malam, semoga kepada keluarga yg ditinggalkan diberikan ketabahan," tambahnya.
Sebagai langkah lanjutan, Gilang menginstruksikan jajaran manajemen Arema FC untuk berkoordinasi dengan pusat layanan kesehatan yang merawat para korban.
"Saat ini manajemen Arema FC terus berkoordinasi dengan pusat layanan kesehatan untuk mengurus para korban.
"Kami meminta agar diberikan pelayanan yang maksimal dalam penanganan korban luka-luka dan meminta pusat-pusat kesehatan untuk menyampaikan pembiayaannya kepada manajemen Arema," jelasnya.
Baca juga: Bek Persib Bandung Ini Ungkap Pendapatnya Terkait Tragedi Kanjuruhan, Harus Ada yang Tangung Jawab
PBNU Serukan Salat Gaib
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyerukan salat gaib untuk korban meninggal dunia tragedi Arema vs Persebaya.
Seruan PBNU itu merupakan bentuk keprihatinan dan duka mendalam organisasi Islam tersebut pada tragedi Arema vs Persebaya.
“Ketum (Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf) sudah perintahkan PCNU Malang baik Kota maupun Kabupaten mendirikan posko terpadu secepatnya. Juga kita minta pada segenap warga NU untuk salat goib bagi seluruh korban,” kata Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf (Gus Ipul), dalam keterangan tertulisnya yang diterima Surya.co.id, Senin (3/10/2022).
Pada hari Selasa (4/10/2022), Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf juga akan ke Malang untuk bertemu perwakilan keluarga korban untuk menyampaikan ucapan duka sekaligus memberikan santunan.

Tidak hanya santunan dari Ketua Umum, PBNU juga memerintahkan Laziznu memberikan bantuan termasuk bantuan untuk korban yang saat ini sedang dirawat.
“Hari Selasa besok Ketum akan ke Malang menyampaikan ucapan duka dan mendoakan secara langsung bagi para korban. Juga akan diberikan santunan untuk masing-masing keluarga korban,” ujar Gus Ipul.
Sementara itu terkait tragedi ini, Gus Ipul mengaku prihatin, sedih sekaligus berduka. Olahraga harusnya bisa menghadirkan kegembiraan dan kesehatan, bukan malah menyebabkan duka.
“Kita berduka, kita prihatin, kita sedih, event olahraga yang harusnya menyehatkan membahagiakan kemarin ada korban yang banyak,” ujar Gus Ipul yang juga Wali Kota Pasuruan ini.
Dalam kesempatan ini, Gus Ipul minta semua pihak bisa mengambil pelajaran.
“Mudah-mudahan Allah mengampuni dan menerima amal baiknya dan kita yang masih diberi umur bisa mengambil pelajaran di balik peristiwa ini,” kata dia. (aremafc.com/surya.co.id)