Warga Desa Tanjungsari Akhirnya Dibebaskan dari Pasungan, Sudah 20 Tahun Idap Penyakit Kejiwaan

Pelepasan pasungan yang membelenggu CL itu dilakukan oleh Balai Kementrian Sosial (Kemensos) Centra Terpadu Inten Suweno.

Penulis: Ferri Amiril Mukminin | Editor: Ravianto
Fot istimewa Balai Kementrian Sosial (Kemensos) Centra Terpadu Inten Suweno.
Petugas dari Yayasan Rumah Pulih Jiwa, Dinas Sosial Cianjur, Forkopimcam, dan Kades Tanjungsari saat membebaskan CL dari pasungan, Minggu (2/10/2022). CL merupakan pria 31 tahun warga Desa Tanjungsari, Kecamatan Sukaluyu, Kabupaten Cianjur yang dipasung karena mengalami gangguan kejiwaan 

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - CL seorang warga Desa Tanjungsari, Kecamatan Sukaluyu, Kabupaten Cianjur dibebaskan dari pasungan, Minggu (2/10/2022).

Pria 31 tahun itu dipasung oleh keluarganya karena menderita gangguan jiwa.

Pelepasan pasungan yang membelenggu CL itu dilakukan oleh Balai Kementrian Sosial (Kemensos) Centra Terpadu Inten Suweno.

Proses evakuasi pasien orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) tersebut didampingi Yayasan Rumah Pulih Jiwa, Dinas Sosial Cianjur, Forkopimcam, dan Kades Tanjungsari.

Kepala Balai Kemensos Centra Terpadu Inten Suweno, Hadi Suyono, mengatakan CL dipasung menggunakan rantai dan langsung dievakuasi ke rumah sakit Marzuki Mahdi Bogor untuk mendapat perawatan.

"Kami langsung turun tangan ke lapangan karena perintah dari pimpinan. Ini bentuk respon cepat dari Kementrian untuk penangangan Pasien ODGJ Pasung," katanya.

Hadi mengatkan, pihaknya hanya melakukan evakuasi, untuk penanganan langsung ditangani RS Marzuki Mahdi.

"Ini termasuk ke program sehingga penanganan ODGJ ini sudah otomatis secara gratis," ujarnya.

Ketua Yayasan Rumah Pulih Jiwa (YRPJ), Rukman Syamsudin mengatakan, pihaknya hanya mendampingi dan membantu evakuasi CL yang sudah lama dipasung rantai.

"Ini bentuk dari Cianjur bebas pasung dan kita terus memberikan sosialisasi agar warga tidak mendiskriminasi pasien ODGJ apalagi masih adanya pasung," tuturnya.

CL diketahui sudah hampir 20 tahun mengalami sakit. Bahkan, pernah juga dirawat di rumah sakit.

"Pasien memang susah lama mengalami sakit gangguan jiwa dan sepertinya terlepas dari perhatian meminum obatnya sehingga CL mengalami kambuh lagi serta harus dipasung," kata dia.

Pihaknya, lanjut Rukman, akan terus memerangi bila adanya Pasien ODGJ yang dipasung.

"Cianjur harus bebas pasung 100 persen. Sehingga kita akan terus pantau dan bebaskan bila ada pasien ODGJ yang dipasung," kata Rukman.

Di sisi lain, Kepala Desa Tanjungsari, Kecamatan Sukaluyu, Waldi Akbar Yacob mengatakan, pihaknya beserta keluarga dan warga lainnya mengucapkan terima kasih ke Balai Kementrian sosial Centra Terpadu Inten Suwena serta Yayasan Rumah Pulih Jiwa yang telah membantu mengevakuasi CL untuk mendapatkan perawatan kembali.

"Kami mengucapkan terimakasih atas bantuannya memberikan perawatan kembali kepada CL agar kembali sembuh," katanya.(fam)

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved