Kisah Seniman Topeng Banjet di Karawang, Jatuh Cinta kepada Sinden dan Jadi Primadona, Kini Mengamen

Berawal dari perkenalan dengan seorang sinden di topeng banjet di Karawang, Apih Dani memulai ketertarikan untuk menerjuni seni tersebut.

Penulis: Cikwan Suwandi | Editor: Darajat Arianto
TRIBUNJABAR.ID/CIKWAN SUWANDI
Berawal dari perkenalan dengan seorang sinden di topeng banjet di Karawang, Apih Dani memulai ketertarikan untuk menerjuni seni tersebut hingga sekarang. Namun kini seni tersebut tak setenar dulu yang banyak panggilan manggung, kini ia harus mengamen. 

"Kalau dulu, saya bisa 20 kali manggung dalam sebulan. Penonton banyak, mereka sampai bubar jam 5 pagi, " ujarnya.

Untuk tarif pementasan, kata Apih Dani, Rp 5 juta tiap pentas. Itu yang megah.

Namun sekarang, Apih Dani akui topeng banjet tidak sepopuler dulu. Saat ini ia hanya bisa manggung panggilan dua kali.

Baca juga: Sosok Mia Ismi, Seniman Multitalenta, Jajal Seni Teater Hingga Rilis Single

Untuk bertahan hidup, mereka akui harus berkeliling mengamen dari kampung ke kampung.

Ia membawa gerobak dengan motornya. Di dalamnya sudah berisi goong, gendang, dan kenong serta sound system.

Sekali ngamen ia mendapatkan rata-rata penghasil Rp 200 ribu sampai Rp 300 ribu.

Kemudian dibagikan kepada tim yang beranggotakan 20 orang.

Tim tersebut dibagi dua, yakni tim inti selaku penari, aktor dan pemusik.

Sebelum manggung yang dimulai pada pukul 19.30 WIB, mereka mencari sumbangan ke rumah warga sekitar.

"Jadi kalau tim inti itu ada honornya, biasanya dapat 25 ribu dan kalau tim lainnya itu dia dapat pembagian dari upah sumbangan biasanya dapat 20 ribu,” kata dia.

Apih Dani dan timnya mulai berangkat dari jam 11 siang dari tempat tinggalnya di Telagasari.

Saat berada di kampung yang dipilih, tim Apih Dani lalu berkoordinasi dengan RT setempat, meminta izin pentas.

Setelah diizinkan ia lalu menyiapkan segala peralatan pentas.

Baca juga: Lewat Seni Tari Layar Sauh, ISBI Bandung Suarakan Gejolak Kehidupan Masyarakat Maritim

"Kadang-kadang sampai Subang," ujar dia.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved