SOSOK Nadiem Makarim dari Founder Startup jadi Menteri Pendidikan, Kena Cecaran Komisi X DPR RI

Seperti apa sosok Nadiem Makarim Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) yang terkena cecaran Komisi X DPR RI?

Penulis: Rheina Sukmawati | Editor: Rheina Sukmawati
TRIBUNNEWS / JEPRIMA
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim saat mengikuti Rapat Kerja (Raker) perdana dengan Komisi X DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (6/11/2019). Nadiem Makarim terkena cecaran dari Komisi X DPR RI setelah pernyataannya di forum PBB viral terkait oraganisasi bayangan (2022). 

TRIBUNJABAR.ID - Seperti apa sosok Nadiem Makarim Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) yang terkena cecaran Komisi X DPR RI?

Baru-baru ini nama Nadiem Makarim disorot lantaran videonya ketika berbicara di forum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) viral di media sosial.

Video tersebut diunggah oleh sebuah akun pada Kamis (22/9/2022).

Pada video itu, Nadiem Makarim menyebut bahwa ia memiliki organisasi bayangan di dalam Kemendikbudristek.

"Right now we have 400 product manager, software engineers and scientist that have created of shadow organization attach to our ministry (Saat ini kita memiliki 400 manager produk, insinyur perangkat lunak dan ilmuwan yang bekerja sebagai tim yang melekat kepada Kementerian," ujar Nadiem Makarim dalam video tersebut.

Sosok Nadiem Makarim

Lantas seperti apa sosok Nadiem Makarim?

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim sebelum pelantikan menteri-menteri Kabinet Indonesia Maju di Istana Negara, Jakarta, Rabu (23/10/2019). Presiden RI Joko Widodo mengumumkan dan melantik Menteri-menteri Kabinet Indonesia Maju serta pejabat setingkat menteri.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim sebelum pelantikan menteri-menteri Kabinet Indonesia Maju di Istana Negara, Jakarta, Rabu (23/10/2019). Presiden RI Joko Widodo mengumumkan dan melantik Menteri-menteri Kabinet Indonesia Maju serta pejabat setingkat menteri. (KOMPAS.COM / KRISTIANTO PURNOMO)

Baca juga: Hari Pendidikan Nasional Bersamaa dengan Idul Fitri, Tetap Upacara? Begini Penjelasan Nadiem Makarim

Dilansir Tribunjabar.id dari berbagai sumber, Nadiem Anwar Makarim merupakan pengusaha sekaligus pejabat kelahiran Singapura, 4 Juli 1984.

Awal kepopuleran Nadiem Makarim adalah ketika dirinya mejabat sebagai founder startup bidang transportasi berbasis daring, Gojek.

Ayah Nadiem Makarim merupakan seorang aktivis sekaligus pengacara terkemuka, Nono Anwar Makarim.

Sementara sang ibu, Atika Algadri adalah seorang penulis lepas.

Nadiem menikah dengan Franka Franklin pada 2014.

Pendidikan

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim mengapresiasi semangat juang para guru di tengah hantaman pandemi Covid-19 di Hari Guru Nasional, Kamis (25/11/2021)
Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim mengapresiasi semangat juang para guru di tengah hantaman pandemi Covid-19 di Hari Guru Nasional, Kamis (25/11/2021) (Dok Kemendikbudristek)

Selama menjalani proses pendidikan dasarnya hingga SMA, Nadiem Makarim kerap berpindah-pindah dari Jakarta hingga Singapura.

Kemudian pada 2002, Nadiem Makarim mengambil jurusan Hubungan Internasional di Universitas Brown, Amerika Serikat.

Setelah gelar sarjananya berhasil diraih, Nadiem Makarim meneruskan pendidikannya dan meraih gelar Master of Business Administration di Harvard Business School.

Karier

Baca juga: Kata Madrasah Hilang di RUU Sisdiknas, Staf Nadiem: Masih Berupa Draf dan Terus Direvisi

Sejak ia lulus dan meraih gelar masternya, Nadiem Makarim bergabung dengan McKinsey & Co selama tiga tahun (2006-2009).

Di sana, ia bekerja sebagai konsultan.

Kemudian pada 2011, Nadiem Makarim menjadi Co-Founder dan Managing Driector Zalora Indonesia.

Setahun di Zalora, Nadiem Makarim memilih hengkang dan mendirikan perusahaan rintisan (startup) tersendiri.

Pada 2013, ketika Nadiem Makarim sedang mengembangkan Gojek, ia juga menjadi CHief Innovation Officer Kartuku, yang kemudian diakuisisi oleh Gojek untuk memperkuat Gopay.

Nadiem sejatinya mendirikan Gojek pada 2010, yang kemudian mulai berkembang hingga menjadi salah satu dari 19 dekakorn di dunia.

Melansir artikel Bloomberg yang dirilis pada 2019, saat itu Gojek sudah memiliki valuasi mencapai US$ 10 miliar.

Sukses bersama Gojek, Nadiem Makarim memilih untuk meninggalkan perusahaan rintisannya itu pada 2019.

Kala itu Nadiem Makarim dipanggil oleh Presiden Joko Widodo ke Istana Negara.

Hingga akhirnya, Presiden Joko Widodo memantapkan Nadiem Makarim sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (kini menjadi Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi).

Selama menjabat sebagai Mendikbudristek, Nadiem Makarim sudah mengeluarkan berbagai kebijakan seperti program Merdeka Belajar, Kampus Merdeka, Dana BOS, kuota internet gratis bagi pelajar, hingga kebijakan guru honorer dan guru PPPK.

Dicecar Komisi X DPR RI

Melansir Kompas.com, Anggota Komisi X DPR RI Fraksi Demokrat Anita Jacoba Gah mengkritik Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud-Ristek) Nadiem Makarim saat sedang rapat pada Senin (26/9/2022).

Salah satu yang disorot Anita adalah terkait 400 orang yang hadir sebagai tim bayangan di Kemendikbud-Ristek.

"Anda boleh bangga ditepuk-tangan di PBB. Tapi bagi kami tidak. Kami tidak bangga sama sekali," ujar Anita di ruang rapat Komisi X DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (26/9/2022).

Menurut Anita, persoalan di dunia pendidikan Indonesia masih sangatlah banyak.

Ia menuturkan bahwa anggota DPR tidaklah bodoh apalagi terkait kebijakan atau program.

"Karena kalau kami bodoh, tidak mungkin kami dipilih rakyat. Itu sudah pasti. Karena kami bicara dengan data yang ada. Program ada, anggaran ada, dirasakan oleh rakyat atau tidak? Kalau tidak dirasakan oleh rakyat, bagi kami anda tidak berhasil," tuturnya.

"Orang luar negeri boleh tepuk tangan karena mereka tidak tahu apa-apa. Tapi kita di negeri ini, kita yang tahu," sambung Anita.

Selain itu, Anita juga menyinggung terkait masalah guru PPPK dan guru-guru yang telat mendapatkan gaji.

"(Guru berteriak) 'kami sudah lulus passing grade segala macam, tapi mana gaji kami? Mana gaji kami? Kami sudah tidak bekerja lagi. Anak kami mau makan apa'," ujarnya.

Dengan memberi solusi terhadap masalah yang terjadi di Indonesia, lanjut Anita, baru Nadiem pantas mendapat tepuk tangan dari rakyat Indonesia.

"Kemudian kami dengar di PBB anda dengan bangganya ada 400 tim bayangan. Kenapa masih banyak ketertinggalan di daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar)? Kenapa? Dan 400 tim bayangan itu apa kebanggaannya? Dan coba jelaskan mengapa kita harus bangga dengan anda, Pak Menteri?" cecar Anita.

Mendengar cecaran Anita itu, Nadiem tampak hanya diam dan menunduk ke bawah meja.

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved