Ridwan Kamil, Pembayaran Digital akan Mendominasi Transaksi di Pasar Tradisional

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan pembayaran digital akan mendominasi transaksi di pasar tradisional

istimewa
saat mengunjungi Pasar Sukatani, Kota Depok, Rabu (28/9). 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Gubernur Jabar Ridwan Kamil memastikan peralihan cara pembayaran dari manual ke digital akan terjadi secara masif, termasuk transaksi di pasar tradisional.

Ia mengatakan penggunaan QRIS dan kanal pembayaran digital atau nontunai lainnya akan umum ditemui dalam dua atau tiga tahun ke depan.

Hal tersebut didapatinya saat mengunjungi Pasar Sukatani, Kota Depok, Rabu (28/9).

Ia menyaksikan bahwa separuh pengunjungnya sudah membayar belanjaannya secara digital. 

Baca juga: Pemerintah Daerah Dipacu untuk Manfaatkan Pengelolaan Keuangan Daerah Berbasis Elektronifikasi QRIS.

Dari mulai membayar daging, tahu, sampai bumbu, masyarakat tinggal membayar menggunakan smartphonenya masing-masing setelah memindai kode QR yang terpampang di masing-masing kios.

Ridwan Kamil pun menyempatkan berbelanja dan membayar menggunakan smartphonenya.

"Zaman sekarang kalau enggak digital, ketinggalan zaman. Cuma tadi saya tanya, oh masih ada setengahnya pakai cash. Jadi suatu hari ya dalam dua atau tiga tahun, seperti pindahnya handphone dari jadul ke smartphone, bayar pun berpindah dari manual ke digital secara masif," katanya seusai kunjungan tersebut.

Ia mengatakan transaksi secara digital sudah biasa dilakukan dalam pembelian secara online atau di pasar dan toko moderen.

Baca juga: Cukup Scan QRIS, Bayar Pajak Kendaraan Bermotor di Samsat Majalengka Makin Mudah dan Tak Ribet Lagi

Namun, hal ini masih harus terus disosialisasikan di pasar tradisional.

"Kalau yang canggih-canggih kan sudah biasa. Yang tradisional belum, makanya didorong," katanya.

Pada kesempatan yang sama, ia mengatakan bersama Bank Indonesia menyosialisasikan uang pecahan baru.

Karenanya, masyarakat bisa menukarkan uang lamanya dengan uang baru di gerai Bank Indonesia di pasar ini.

Baca juga: Bank bjb Launching Layanan Digital Retribusi Pasar Kota Cimahi melalui QRIS

"Di sini yang keren orang-orangnya sudah bayar pun pakai digital, tidak usah bawa cash. Kalaupun bawa cash, pakai uang baru, makanya di sini ada Bank Indonesia," katanya.

Di pasar tradisional tersebut, Ridwan Kamil melakukan kunjungan ke booth Bank Indonesia untuk menukar uang baru.

Di pasar ini pun ia meninjau pengujian terhadap bahan berbahaya dalam makanan di Pojok Informasi BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan).

Ridwan Kamil pun melakukan monitoring harga kebutuhan pokok masyarakat lalu berbelanja menggunakan uang tunai serta nontunai.

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved