Kisah Ibu dan Anaknya Dipanggil Bertemu Ridwan Kamil, karena Curhat Anak Dibully Pakai Seragam Lusuh

Ini cerita Novi dan keluarganya dijemput tim JQR dan bertemu Ridwan Kamil. Ia sempat curhat di medsos gara-gara anak dibully pakai seragam belel.

Penulis: Lutfi Ahmad Mauludin | Editor: taufik ismail
Tribun Jabar/Lutfi AM
Novi dan anaknya Rizky yang dibully temannya karena menggunakan seragam sekolah yang lusuh dan jelek, saat berada di rumah orang tua Novi, di Baleendah, Kabupaten Bandung, Rabu (28/9/2022). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Lutfi Ahmad Mauludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Berawal dari iseng menuliskan keluhannya di pengaduan media sosial Jabar Quick Respons (JQR) karena kebingungan dengan kondisi yang ada, seorang ibu yang memiliki tiga anak, di Baleendah, Kabupaten Bandung, Novi tak menyangka akan dibawa ke Gedung Sate bertemu langsung dengan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.

Novi mengaku, iseng menuliskan keluhannya di akun media sosial JQR, karena melihat JQR banyak mengulurkan bantuan, dan sudah banyak orang yang dibantu.

Novi mengatakan, keluhan yang dituliskan di akun JQR, terkait anaknya yang duduk di kelas 6 SD.

Saat sekolah anaknya menggunakan baju seragam kusam dekil karena ia tak mampu membelikan seragam baru buat anaknya, sehingga anaknya kerap di-bully oleh temannya.

"Memang anak saya Rizki, tak pernah mengeluh menggunakan baju seragam, yang sudah lusuh itu. Meski ada temannya yang ngata-ngatain karena pakai baju kayak gitu, sebetulnya anak saya tak terlalu itu (menanggapinya) tapi saya khawatir," kata Novi, Rabu (28/9/2022).

Novi mengungkapkan, pakaian anaknya memang sudah lusuh dan jelek.

Bukannya ia tak mementingkan kebutuhan anaknya, tapi kondisi ekonominya, untuk makan sehari-hari pun sulit.

"Jadi pakaian seragam yang dipakai Rizki, itu bekas saudara atau pamannya. Pernah beli baru, hanya saat pertama masuk sekolah, pas kelas satu saja," tuturnya.

Istri dari Hendra ini mengatakan, meski dalam keadaan kekurangan, anaknya tak minder, untuk tetap sekolah.

"Meski begitu, ia tetap berangkat sekolah. Sebagai orang tua merasa sedih karena tak bisa membelikan seragam seperti orang lain," ujarnya.

Saat menuliskan keluhannya, Novi mengaku, ia dalam keadaan yang sangat bingung karena terlilit utang dan tak punya uang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Sebab kata dia, suaminya yang dulu bekerja di perusahaan ekpedisi, sudah di-PHK sekitar satu tahun lalu.

Berusaha melamar kerja, tapi tak kunjung mendapatkan pekerjaan, akhirnya hanya bekerja serabutan.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved