Harga BBM Naik
HEBOH Pertalite Jadi Boros Setelah Harga Naik, Begini Tanggapan Pertamina
Media sosial facebook dan instagram dibuat heboh dengan informasi pemakaian pertalite menjadi boros setelah harga BBM bersubsidi itu naik.
Penulis: M RIZAL JALALUDIN | Editor: Hermawan Aksan
Laporan Kontributor Tribunjabar.id Kabupaten Sukabumi M Rizal Jalaludin
TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - Media sosial facebook dan instagram dibuat heboh dengan informasi pemakaian pertalite menjadi boros setelah harga BBM bersubsidi itu naik.
Warganet beranggapan kualitas BBM jenis pertalite menjadi menurun.
Menanggapi informasi itu, Pertamina membantah kualitas BBM pertalite menurun.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat, Eko Kristiawan, memastikan, spesifikasi dan kualitas BBM tidak berubah.
Baca juga: Pengakuan Pemakai Pertalite di Sukabumi, Dulu 2 Liter untuk 5 Kali ke Palabuhanratu, Kini Tak Cukup
"Kualitas BBM Pertamina bisa saya pastikan tidak berubah dan sesuai dengan spesifikasi dengan ketentuan Ditjen Migas. Tetap kualitas terbaik," tegas Eko saat dihubungi Tribunjabar.id via WhatsApp, Rabu (28/9/2022).
"Kami mengimbau masyarakat untuk selalu menggunakan BBM berkualitas dan ramah lingkungan serta yang sesuai dengan speaifikasi mesin kendaraan," ucap Eko.
Diberitakan sebelumnya, salah seorang pengendara asal Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Lukman (42), mengaku merasakan penggunaan pertalite menjadi boros setelah harganya naik, padahal ia beraktivitas memakai sepeda motor setiap harinya berjarak sama.
"Saya paling keluar juga kalau ke pasar, itu juga gak jauh cuma beberapa kilo."
Baca juga: VIDEO Warga Bandung Serbu SPBU Vivo Pasteur, Sebut Lebih Irit Ketimbang Pertalite Pertamina
"Biasanya kan beli bensinnya suka 15 ribu itu bisa buat 2 hari, hari ketiga baru ngisi lagi, biasanya gitu, diirit-iritin lah istilahnya."
"Tapi, sekarang pas harga udah naik lebih beli 15 ribu itu gak cukup, berasa boros, 2 hari itu jadi 2 kali ngisi," ujarnya.
Hal yang sama dirasakan oleh Sagas (32), warga Simpenan.
Ia mengatakan, biasanya membeli pertalite dua liter untuk penggunaan keperluan bolak balik dari Bagbagan ke Palabuhanratu.
Dua liter pertalite itu biasanya dipakai lebih dari 5 kali bolak balik.
Jarak dari Bagbagan ke Palabuhanratu (Pasar) sekitar 5 kilometer.
"Sekarang dua liter paling 4 kali ke Palabuhanratu sudah kedip-kedip lagi indikator bensinya, soalnya saya ngisi BBM biasanya gitu mulai dari indikator berkedip," ucapnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Suasana-SPBU-Bagbagan-Palabuhanratu-Sukabumi-Rabu-2892022.jpg)