Harga BBM Naik

Pengakuan Pemakai Pertalite di Sukabumi, Dulu 2 Liter untuk 5 Kali ke Palabuhanratu, Kini Tak Cukup

Pemakai BBM bersubsidi pertalite merasakan boros penggunaannya setelah harga mengalami kenaikan dari Rp 7.650 per liter menjadi Rp 10.000 per liter.

Penulis: M RIZAL JALALUDIN | Editor: Hermawan Aksan
Tribun Jabar/Nazmi Abdurrahman
Foto ilustrasi antrean pembeli pertalite sebelum harga resmi dinaikkan di sebuah SPBU di Kota Bandung, Sabtu (3/9/2022). Pemakai BBM bersubsidi pertalite di Sukabumi merasakan boros penggunaannya setelah harga mengalami kenaikan dari Rp 7.650 per liter menjadi Rp 10.000 per liter. 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Kabupaten Sukabumi M Rizal Jalaludin

TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - Pemakai BBM bersubsidi pertalite merasakan boros penggunaannya setelah harga mengalami kenaikan dari Rp 7.650 per liter menjadi Rp 10.000 per liter.

Pengakuan itu dikemukakan sejumlah pengendara sepeda motor, mulai dari ojek online hingga pemotor biasa, Rabu (28/9/2022).

Salah seorang pengendara asal Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Lukman (42), mengaku merasakan penggunaan pertalite menjadi boros setelah harganya naik.

Padahal ia beraktivitas menggunakan sepeda motor setiap hari dengan jarak yang sama.

Baca juga: Tim Saber Pungli Subang Terjun Langsung Awasi Penyaluran BLT BBM di Subang, Belum Ada Temuan

"Saya paling keluar juga kalau ke pasar, itu juga gak jauh cuma beberapa kilo," ujarnya.

"Biasanya kan beli bensinnya suka 15 ribu itu bisa buat dua hari, hari ketiga baru ngisi lagi, biasanya gitu, diirit-iritin lah istilahnya."

"Tapi, sekarang pas harga udah naik lebih beli 15 ribu itu gak cukup, berasa boros, 2 hari itu jadi 2 kali ngisi."

Hal yang sama juga dirasakan oleh Sagas (32), warga Simpenan.

Ia mengatakan, biasanya membeli pertalite dua liter untuk dipakai keperluan bolak-balik dari Bagbagan ke Palabuhanratu.

Dua liter pertalite itu biasanya ia pakai lebih dari lima kali bolak balik.

Jarak dari Bagbagan ke Palabuhanratu (Pasar) sekitar 5 kilometer.

"Sekarang 2 liter paling 4 kali ke Palabuhanratu sudah kedip-kedip lagi indikator bensinnya, soalnya saya ngisi BBM biasanya gitu mulai dari indikator berkedip," ucapnya.

Hingga berita ini terbit, Tribunjabar.id belum mendapat keterangan pihak Pertamina terkait kebenaran boros atau tidaknya pertalite setelah harga naik. (*)

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved