Timnas Indonesia

Timnas Indonesia vs Curacao, Pengamat Sepak Bola Ini Kompak dengan Shin Tae-yong, Soroti Lini Ini

TIMNAS Indonesia akan kembali bertanding dengan Curacao di laga kedua di Stadion Pakansari, nanti malam. Ini kata pengamat sepak bola Dani Wiahara

Kolase Tribun Jabar
Dani Wihara, pengamat sepak bola (kiri) dan pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - TIMNAS Indonesia akan kembali bertanding dengan Curacao di laga kedua di Stadion Pakansari, nanti malam. Pengamat sepak bola Dani Wiahara kompak dengan Shin Tae-yong soroti lini belakang.

Berikut analisis pengamat sepak bola Dani Wihara terkait Timnas Indonesia vs Curacao jilid II seperti disampaikan ke Tribun Jabar.

Walaupun berhasil menang pada laga pertama, Timnas Indonesia tidak boleh terlalu menganggap enteng perlawanan Curacao di laga kedua nanti.

Kalau saya liat, pertandingan nanti akan jauh berbeda dengan laga sebelumnya.

Baca juga: Preview Timnas Indonesia vs Curacao, Shin Tae-yong Khawatir Pertahanan, Fachruddin Akui Masih Lemah

Curacao pasti akan bermain lebih agresif lagi, tak hanya itu mereka juga terlihat tidak akan mau membuat kesalahan-kesalahan seperti pertandingan kemarin.

Kemenangan Timnas Indonesia melawan Curacao pada laga pertama kemarin bukan hal yang aneh.

Menurut saya itu sudah dirancang sedemikian rupa oleh Shin Tae-yong. Jadi kemenangan kemarin bukan faktor keberuntungan.

Meskipun memang di dalam sepak bola ada faktor keberuntungan, tapi dilihat dari pertandingan kemarin, startegi permainannya pun sudah dirancang dengan baik.

Pemain timnas Indonesia Marc Klok berselebrasi setelah mencetak gol ke gawang Curacao pada FIFA Match Day di Stadion GBLA, Minggu (24/9/2022). Indonesia menang 3-2. (Tribun Jabar/Deni Denaswara)
Pemain timnas Indonesia Marc Klok berselebrasi setelah mencetak gol ke gawang Curacao pada FIFA Match Day di Stadion GBLA, Minggu (24/9/2022). Indonesia menang 3-2. (Tribun Jabar/Deni Denaswara) (Tribun Jabar/Deni Denaswara)

Seperti pemain yang menyerang dapat mengalirkan bolanya dengan cepat, jadi lebih cepat pula bola lari ke daerah pertahanan lawan.

Meskipun memiliki pola permainan yang sangat cepat, Timnas Indonesia perlu mengantisipasi serangan-serangan dari Curacao.

Menurut saya Indonesia perlu meningkatkan kembali organisasi permainannya, umpan dan passingnya pun harus lebih akurat lagi.

Jangan sampai gagal mem-passing bola sehingga bisa jadi kesempatan Curacao untuk menyerang balik. Terlihat kemarin Timnas Indonesia memiliki banyak sekali ruang kosong di belakang, bahkan gol pertama dan kedua itu terjadi karena hal seperti itu.

Tak hanya itu, tempo permainan Indonesia pun harus lebih dibuat santai saat menyerang.

Bek Timnas Indonesia Rachmat Irianto saat melawan Timnas Curacao di Stadion GBLA, Bandung, Minggu (24/9/2022).
Bek Timnas Indonesia Rachmat Irianto saat melawan Timnas Curacao di Stadion GBLA, Bandung, Minggu (24/9/2022). (Tribun Jabar/Deni Denaswara)

Organisasi permainannya sebenarnya sudah bagus, tapi mainnya itu terlihat terburu-buru, seperti tidak ada tempo. Jadi jangan terburu-buru santai saja rileks mainnya.

Meskipun postur pemain Timnas Indonesia lebih kecil dibandingkan Curacao, hal itu sebagai keuntungan untuk Indonesia.

Kelebihan tim lawan terlihat dari postur badan yang besar dan hal itu dapat membuat mereka unggul dalam bola-bola di udara. Mereka juga akan menang body charge jika duel satu lawan satu.

Tapi sebaliknya dengan postur tubuh pemain Timnas Indonesia yang kecil-kecil dibandingkan mereka, kita unggul dari segi kecepatan. Jadi itulah mengapa permainan kemarin tersebut terbilang sangat cepat. (adi ramadhan pratama)

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved