ODGJ Berkeliaran di Sumedang dan Membahayakan, Jadi Tugas Siapa? Dinsos Bilang Begini

Penanganan ODGJ identik dengan tugas Dinas Sosial, namun sesungguhnya hal itu kurang spesifik. Sebab, ODGJ yang ditangani hanya yang dinilai sehat

Penulis: Kiki Andriana | Editor: Seli Andina Miranti
istimewa/ warga
Tangkapan layar sejumlah korban tergeletak akibat ditusuk seorang perempuan di Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, Kamis (22/9/2022). 

Laporan Kontributor TribunJabar.id Sumedang, Kiki Andriana

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Baru-baru ini di Kabupaten Sumedang seorang perempuan yang merupakan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) menyerang penumpang angkot dengan pisau. Dua orang korban dalam kejadian ini, Rika dan Lisnawati meninggal dunia.

Rika meninggal Kamis (22/9/2022) beberapa jam setelah kejadian penyerangan.

Lisnawati meninggal kemarin petang, Senin (26/9/2022), setelah menjalani perawatan medis di RSUD Sumedang.

Berkaca dari kasus ini, sejauh mana Pemerintah Kabupaten Sumedang menertibkan ODGJ yang berkeliaran di jalanan?

Penanganan ODGJ identik dengan tugas Dinas Sosial (Dinsos), namun sesungguhnya hal itu kurang spesifik. Sebab, ODGJ yang ditangani Dinsos hanyalah yang dikatakan sehat oleh rumah sakit atau Dinas Kesehatan.

"Setelah sehat, maka menjadi tugas Dinsos untuk mengembalikan ODGJ itu kepada fungsi sosialnya," kata Kadinsos Sumedang, Dikdik Sadikin kepada TribunJabar.id, Selasa (27/9/2022).

Dia mengatakan, fungsi sosial yang dimaksud adalah memberikan kepada ODGJ sejumlah pembinaan terkait dengan keahlian yang dengan keahlian itu mereka bisa bekerja dan hidup bermasyarakat kembali.

Terkait penertiban ODGJ berkeliaran di jalanan, Dikdik mengatakan hal itu menjadi ranah Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

Baca juga: Korban Serangan Wanita di Angkot di Sumedang Bertambah, Korban Meninggal setelah 5 Hari Dirawat

"Lagi pula kalau dirazia misalnya, ODGJ itu akan dibawa ke mana? Pemkab Sumedang belum punya tempat rehabilitasi," kata Dikdik.

Satpol PP mengerjakan penertiban itu biasanya menggandeng dinas-dinas lain seperti Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial, tak lupa menggandeng Polres Sumedang, juga Badan Kesatuan Bangsa dan Politik.

"Itu menjadi program Satpol PP, apakah untuk razia ODGJ, gelandangan, pengemis, dan lainnya," kata Dikdik.

Baca juga: Sosok Lisnawati Korban Penyerangan Wanita Berpisau di Angkot, Orang Baik, Punya Anak Berumur 2 Tahun

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved