AC Milan
SOSOK Rafael Leao, yang Bersedia Perpanjang Kontrak di AC Milan Asal 2 Permintaannya Dikabulkan
Winger andalan AC Milan, Rafael Leao, dikabarkan mau memperpanjang kontraknya di I Rossoneri asal dua permintaannya dikabulkan.
Penulis: Hermawan Aksan | Editor: Hermawan Aksan
TRIBUNJABAR.ID - Winger andalan AC Milan, Rafael Leao, dikabarkan mau memperpanjang kontraknya di I Rossoneri asal dua permintaannya dikabulkan.
AC Milan sedang berusaha mati-matian untuk memperpanjang kontrak Rafael Leao, yang akan habis pada 30 Juni 2024.
Keinginan AC Milan itu tak bisa dilepaskan dari performa apik winger asal Portugal itu di awal musim 2022-2023.
Berdasarkan laporan Sky Sport Italia yang dikutip BolaSport.com, Leao adalah pemain penting di lini depan I Rossoneri.
Baca juga: AC Milan Cari Pengganti Zlatan Ibrahimovic, Striker Chelsea Ini Jadi Incaran, Baru Berusia 21 Tahun
Tiga gol dan tiga assist dalam enam pertandingan di Liga Italia 2022-2023 serta tiga assist dalam dua pertandingan Liga Champions 2022-2023 adalah bukti betapa pentingnya Leao untuk AC Milan.
Itu sebabnya, AC Milan berupaya memperpanjang masa bakti Leao agar tak dicaplok klub lain.
Akan tetapi, upaya AC Milan untuk memperbarui kontrak Leao menghadapi kendala gara-gara dua permintaan yang diminta oleh sang pemain.
Laporan Footbal Italia yang dinukil BolaSport.com menyebutkan, Leao bersedia untuk tinggal di AC Milan asalkan klub memberinya gaji sebesar 7 juta euro atau setara dengan Rp102 miliar per musim.
Selain itu, Leao mengharapkan I Rossoneri mau bergabung dengan Lille untuk membayar ganti rugi ke Sporting CP atas persoalan sengketa kontrak.
Untuk diketahui, Leao memutuskan untuk mengakhiri kontraknya dengan Sporting CP di akhir musim 2017-2018 setelah sekitar 50 penggemar Sporting, yang beberapa di antaranya bersenjata, masuk ke tempat latihan dan menyerang pemain mereka sendiri.
Setelah memutuskan kontrak dengan Sporting CP, Leao kemudian bergabung ke Lille pada Agustus 2018 sebelum menandatangani kontrak dengan AC Milan pada musim panas 2019.
Akan tetapi, Sporting CP mengajukan keluhan kepada FIFA atas kepindahan Rafael Leao ke Lille dan mengeklaim Lille berutang atas klausul rilis Leao sebesar 45 juta euro atau setara dengan Rp659 miliar.
Baca juga: AC Milan akan Pamerkan Trofi Juara Serie A di London Inggris dan New York Amerika Serikat
Pada Maret 2020, Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) memerintahkan Leao untuk membayar 16,5 juta euro atau setara dengan Rp241 miliar kepada Sporting CP karena pelanggaran kontrak sepihaknya.
Perjalanan Karier
Rafael Leao lahir di pinggiran kota Lisbon dekat sungai Tagus yang keras.
Mentalnya terasah sejak muda.
Catatan pemandu bakat dari Sporting, Tiago Mendes, menjelaskannya.
"Sangat kuat dengan bola, tidak pernah ragu untuk berduel, dan visinya hanya melihat gawang. Sorotannya cukup membuatmu mundur," ujar catatan tersebut di Gianluca di Marzio.
Kedatangannya dari Lille ke AC Milan menunjukkan mental pemenangnya sejak awal.
Leao kesulitan mengembangkan permainan dan kerap dikritik karena mandul di depan gawang.
Ditebus dengan mahar 23 juta poundsterling dari klub asal Prancis, Lille, ekspektasi yang diberikan ketika bergabung sangat besar.
Di umur 20 tahun kala itu, ia dibebani ekspektasi besar untuk menjadi mesin gol.
Ia kesulitan beradaptasi dengan skema AC Milan dan hanya mengemas 2 gol dalam 16 laga bersama AC Milan.
Dikutip dari La Gazetta, kala itu Leao dianggap sebagai biang masalah tumpulnya lini depan AC Milan.
Kala itu, AC Milan memiliki tingkat serangan paling buruk selama 33 tahun terakhir.
Mereka hanya mampu mencetak 28 gol dari 26 laga.
Saat itu penampilan Leao memang kurang bersinar.
Ia kalah saing dengan Ante Rebic yang bisa menunjukkan taringnya selama beberapa pertandingan terakhir.
Leao, di sisi lain, justru masih terlihat kesulitan beradaptasi.
Namun, Stefano Pioli tidak menyerah dan tetap mempercayai Leao sebagai starter.
Kedatangan Ibrahimovic di penghujung musim membuat Leao mendapatkan peran baru dan sekaligus mendapatkan performa terbaiknya.
Leao digeser dari penyerang tengah menjadi winger yang melebar.
Ia bersaing dengan Castillejo dan Brahim Diaz di sisi kiri penyerangan AC Milan.
Dalam skema 4-2-3-1, Leao mengisi sisi kiri penyerangan, di balik kebangkitan AC Milan dan daya magis Ibrahimovic, ada Leao yang menemukan performa terbaiknya musim lalu.
AC Milan dan pelatih Stefano Pioli kini memetik performa gemilang Rafael Leao.
Setelah laga menghadapi AS Roma, di musim lalu, Pioli tidak segan memuji pemain asal Portugal ini.
"Selama seminggu saya berbicara cukup jelas kepada Rafa (Leao) tentang apa yang saya harapkan darinya."
"Saya sangat senang dengan penampilannya," ujar Pioli di laman resmi klub.
"Dia (Leao) harus terus seperti ini. Dia adalah pemain yang sangat muda dan kuat, Saelemaekers berkembang pesat, Castillejo juga."
"Kami telah kehilangan Rebic selama lebih dari sebulan, Hauge baik-baik saja. Kami meningkatkan level departemen penyerang, dan itu meningkatkan daya saing," tutup Pioli.
Gemilangnya penampilan Leao tentu wajib diwaspadai.
Dengan usia yang masih sangat muda, tentu akan ada ruang baginya untuk berkembang.
Salah satu cara bermain yang berkembang dari Rafael Leao adalah pengambilan keputusan di depan gawang.
Di beberapa musim pertama, ia kesulitan untuk bisa memutuskan apakah melakukan umpan atau mengeksekusi sendiri peluan yang ada.
Kini, kematangannya mulai membuahkan hasil, bagaimana ia tidak ragu untuk mencetak gol dari sudut sempit dengan perhitungan yang matang.
AC Milan kini mendapatkan berkahnya, Rafael Leao adalah salah satu senjata maut bagi mereka untuk merebut Scudetto musim lalu. (*)
Biodata Rafael Leao
- Nama Lengkap: Rafael Alexandre Da Conceição Leão
- Tanggal Lahir: 10 Juni 1999
- Kebangsaan: Portugal
- Tinggi: 186 cm
- Berat: 72 kg
- Klub: AC Milan
- Nomor: 17
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/rafael-leao_ac-milan-vs-udinese.jpg)