Waspada, 13 Kecamatan di Kota Bandung Ini Berpotensi Longsor dan Banjir di Peralihan Musim

Ada 13 kecamatan yang berpotensi terjadinya bencana, dengan mayoritas berada di wilayah Selatan dan Timur Bandung yang teraliri lima sungai.

ISTIMEWA
ILUSTRASI Angin puting beliung di Bandung - TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Kota Bandung mengantisipasi peralihan cuaca yang akan terjadi pada Oktober 2022 dari kemarau ke penghujan. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Kota Bandung mengantisipasi peralihan cuaca yang akan terjadi pada Oktober 2022 dari kemarau ke penghujan.

Hal itu diungkap Kasi Mitigasi Bencana pada Diskar PB Kota Bandung, Amires Pahala di Balaikota, Rabu (21/9/2022).

Menurutnya, mereka melakukan upaya mitigasi non struktur, seperti sosialisasi kesadaran masyarakat terhadap menjaga lingkungan sekitarnya.

Baca juga: Musim Hujan, Warga Kabupaten Bandung Diimbau Lebih Waspada dan Siaga Bencana

Tercatat, kata Amires, ada 13 kecamatan yang berpotensi terjadinya bencana, dengan mayoritas berada di wilayah Selatan dan Timur Bandung yang teraliri lima sungai.

"Untuk masalah sungainya, itu sudah ada perangkat daerah tersendiri, yakni Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga yang mengelola sungai. Sedangkan kami lebih ke memberikan pemahaman kepada masyarakat sekitar untuk waspadai dan meningkatkan kesiapsiagaan bila terjadi hujan besar," katanya.

Amires pun menyebut di Bandung potensi bencana selain banjir atau hidrometeorologi, yakni ada gempa, longsor, dan angin puting beliung.

"Memang kami harus waspadai potensi-potensi itu. Setahun ini cenderung bencana di Bandung ke longsor atau pergerakan tanah. Kalau banjir ada upaya mitigasi yang terstruktur, semisal pembangunan kolam retensi dan itu sangat terbantu. Kalau bencana longsor, kami melihat ada perubahan ekosistem yang memang ada pemicu," ujarnya seraya menegaskan ada 9 kecamatan di Bandung yang rawan longsor di wilayah Timur, semisal Ujungberung, Cibiru, Panyileukan, Mandalajati, Cinambo, dan lainnya.

Baca juga: WASPADA 11 Kecamatan di Bandung Barat Ini Rawan Bencana, dari Banjir, Longsor, hingga Puting Beliung

Dia juga mengatakan pada 2021, tercatat ada sebanyak enam kejadian banjir, tiga longsor, dan empat angin puting beliung.

Sementara di 2022 sampai September ini tercatat ada satu banjir dan dua longsor, tetapi tak menimbulkan korban jiwa.

"Banjir yang terakhir di Bandung itu terjadi di wilayah Rancasari pada 18 April 2022 karena kirmir roboh berdampak ke 21 rumah. Kami imbau lewat aparat wilayah untuk waspadai gejala alam atau potensi dengan mengirimkan surat ke camat juga lurah agar waspadai transisi kemarau ke hujan yang puncaknya terjadi di 2023 pada Januari-Februari," ujarnya.(*)

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved