WASPADA 11 Kecamatan di Bandung Barat Ini Rawan Bencana, dari Banjir, Longsor, hingga Puting Beliung

Kewaspadaan bencana hidrometeorologi tersebut perlu dilakukan karena ada 11 kecamatan yang rawan diterjang banjir, angin puting beliung, dan longsor.

TRIBUNJABAR.ID/HILMAN KAMALUDIN
ILUSTRASI - Sebuah rumah di Kampung Sukamekar, RT 03/10, Desa Cikahuripan, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) terancam ambruk setelah tembok penahan tanah (TPT) mengalami longsor pada Minggu (11/9/2022) sore. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT - Potensi bencana hidrometeorologi masih mengintai Kabupaten Bandung Barat (KBB), sehingga masyarakat diminta untuk tetap waspada karena berpotensi terjadi banjir, angin puting beliung, dan longsor.

Apalagi Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil juga sudah menginstruksikan relawan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk siaga karena sejumlah wilayah di Jabar mulai dikepung bencana alam tersebut.

Kepala Pelaksana BPBD Bandung Barat, Duddy Prabowo mengatakan, kewaspadaan bencana hidrometeorologi tersebut perlu dilakukan karena ada 11 kecamatan yang rawan diterjang banjir, angin puting beliung, dan longsor.

Baca juga: Sumedang Rawan Terjadi Bencana di Musim Hujan, Ini Imbauan Dandim Hendrix Fahlevi Rangkuti 

"Masyarakat masih perlu siaga bencana hidrometeorologi karena catatan kita setiap tahun ada 11 kecamatan jadi langganan bencana banjir dan longsor," ujarnya saat dihubungi, Minggu (18/9/2022).

Ia mengatakan, 11 kecamatan yang rawan banjir longsor itu tersebut yakni Rongga, Gununghalu, Cipongkor, Sindangkerta, Cililin, Cipatat Saguling, Cisarua, Parongpong, Lembang, dan Ngamprah.

"Kecamatan tersebut rawan longsor karena memiliki lereng yang cukup terjal, bahkan ada wilayah yang tingkat kemiringannya lebih dari 30 derajat," kata Duddy.

Kendati demikian, pihaknya belum menerapkan status siaga darurat bencana hidrometeorologi karena masih menunggu keputusan tertulis dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

"Saya sudah komunikasi dengan teman-teman di daerah lain, kita menunggu SK dari Jabar. Tapi intinya kita akan mengikuti soal siaga darurat bencana alam," ucapnya.

Dia mengatakan, pada tahun 2022 sudah ada beberapa kejadian akibat bencana hidrometeorologi itu, tetapi tidak sampai ada korban jiwa dan tidak ada yang sampai mengungsi.

Baca juga: Dampak Banjir Bandang, Sejumlah Warga di Pangandaran Alami Kerugian, Ada yang Sampai Rp 50 Juta

Dengan adanya potensi bencana tersebut pihaknya juga sudah menyiagakan sejumlah personel yang disiapkan di titik rawan serta menyiapkan logistik yang dibutuhkan masyarakat.

"Kami dari BPBD sudah siap dari segi personel dan logistik jika sewaktu-waktu perlu mobilisasi," kata Duddy.

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved