Di Cianjur, 15 Persen dari 1.200 Sekolah Dasar Alami Rusak Berat, Ini Langkah yang Dilakukan Disdik

Aripin mengaku prihatin dengan kondisi sekolah di Kabupaten Cianjur, yang masih dalam kondisi rusak parah.

Penulis: Ferri Amiril Mukminin | Editor: Giri
Info Takokak
Kondisi ruangan kelas di SDN Sukagalih II, Desa Sukagalih, Kecamatan Takokak, Kabupaten Cianjur, yang rusak parah. 

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Kepala Bidang Sekolah Dasar, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Cianjur, Aripin, mengaku prihatin dengan kondisi sekolah di Kabupaten Cianjur, yang masih dalam kondisi rusak parah.

"Kami sangat prihatin karena kan akan mengganggu kegiatan belajar-mengajar siswa di lapangan. Bagi kami, tentunya merupakan pekerjaan yang harus dipikirkan dan berusaha agar sekolah mendapatkan perbaikan," kata Aripin, Rabu (21/9/2022).

Dia mengatakan, ada sebanyak 170 sekolah di Kabupaten Cianjur dalam kondisi rusak berat dan harus segera diperbaiki.

"Kami coba usulkan semua ke pusat. Harapan kami bisa diakomodasi semua. Semoga anggaran dari pusat bisa memenuhi," katanya.

Aripin mengatakan, dari 1.200 sekolah dasar di Kabupaten Cianjur, sekitar 15 persennya rusak berat.

"Hampir merata, yang rusak tidak hanya beberapa wilayah, sehingga kami sisir sekolah mana saja yang harus mendapatkan perbaikan agar kegiatan belajar-mengajar bisa dilaksanakan dengan baik," katanya.

Baca juga: Lansia di Cianjur Hilang, Keluarga Sempat Lihat Korban Berjalan ke Arah Sungai Cisokan

Menurutnya, pengajuan perbaikan sekolah ada beberapa kriteria, di antaranya sekolah yang rusak karena lapuk dimakan usia dan sekolah yang rusak karena bencana.

"Ada juga yang muridnya banyak tapi ruang kelas sedikit, dan kita juga usulkan itu untuk bisa membangun ruang kelas baru. Kalau untuk rusak ringan kan bisa dari dana bantuan operasional sekolah," katanya.

Dia mengatakan, untuk meningkatkan indeks pembangunan manusia (IPM) khususnya di bidang pendidikan, ada beberapa strategi yang dilaksanakan, di antaranya menyisir warga yang memang putus sekolah.

Baca juga: Berkat Puisi, Pelajar Asal Cianjur Ini Bisa Jalan-Jalan ke Singapura-Malaysia Kenalkan Budaya Sunda

"Upaya kami sangat banyak dan menjadi skala prioritas. Salah satunya kami terus memantau dari mulai SD untuk tetap melanjutkan ke SMP terutama yang masuk pondok pesantren kita ikuti juga kalau tidak masuk ke formal kita anjurkan ke PKBM," katanya. (fam)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved