Antre BLT, Warga Sumedang Disuruh Beli Kupon Gerak Jalan, Disiapkan Draft Pernyataan dari Kelurahan

Selain kupon yang tertera padanya harga Rp3 ribu, uang pungutan itu juga ditukarkan ke barcode yang bisa ditukarkan dengan uang BLT. 

Penulis: Kiki Andriana | Editor: Ravianto
Istimewa/ warga- Agun
Dadang Juhadi (38), menunjukkan kupon gerak jalan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kelurahan Talun, Kecamatan Sumedang Utara. 

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Warga Kelurahan Talun, Kecamatan Sumedang Utara, Kabupaten Sumedang yang merupakan warga penerima BLT mengaku mendapatkan intimidasi dari oknum pegawai Kelurahan.

Dia mengaku diintimidasi lantaran mengeluh soal dugaan pungutan liar atas BLT

TribunJabar.id menerima dua buah video yang menjelaskan peristiwa tersebut.

Video pertama memperlihatkan sekumpulan orang yang di antaranya ada Lurah Talun, Rinny Mulyati. 

Seorang lelaki di dalam video menanyakan dengan nada interogatif apa yang sebenarnya dikatakan warga kepada sejumlah wartawan tentang pemotongan Bantuan Langsung Tunai (BLT) kenaikan BBM. 

Kepada wartawan, warga bernama Dadang Juhadi (38) berkata bahwa ada yang memintanya Rp30 ribu ketika mengantre untuk mendapatkan BLT itu. 

Uang tersebut diganti dengan kupon gerak jalan dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kelurahan.

Selain kupon yang tertera padanya harga Rp3 ribu, uang pungutan itu juga ditukarkan ke barcode yang bisa ditukarkan dengan uang BLT. 

Dadang Juhadi terlihat dalam video kedua yang diterima TribunJabar.id.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved