Tanah Desa Berpotensi Hilang Jika Tak Disertifkatkan ke BPN, Pemda dan Masyarakat Diminta Awasi

Aset tanah desa mesti diwaspadai karena berpotensi hilang. Untuk itu, sebaiknya disertifikatkan melalui Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap ke BPN

Penulis: Cikwan Suwandi | Editor: Darajat Arianto
TRIBUNJABAR.ID/CIKWAN SUWANDI
Sosialisasi Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Karawang oleh Kementerian ATR/BPN, Jumat (16/9/2022). Disebutkan aset tanah desa mesti diwaspadai karena berpotensi hilang. Untuk itu, sebaiknya disertifikatkan melalui program PTSL. 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Karawang, Cikwan Suwandi

TRIBUNJABAR.ID,KARAWANG - Aset tanah desa mesti diwaspadai karena berpotensi hilang, Wakil Ketua Komisi II DPR RI Saan Mustopa meminta masyarakat dan pemerintah daerah untuk mengawasi.

Saan mengimbau, agar potensi aset desa tidak hilang, untuk segera daftarkan dan disertikatkan melalui program
Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) kepada Kantor Kementerian ATR/BPN.

"Tentunya sangat penting, bisa saja oknum-oknum tertentu melakukan penyalahgunaan yang menghilangkan aset desa. Sehingga perlu segera disertifikatkan, " katanya, Jumat (16/9/2022).

Kepala Kantor Wilayah BPN Jawa Barat, Dalu Agung Darmawan, kekhawatiran adanya penyusutan tanah milik Pemerintah Desa bisa terjadi oleh sejumlah oknum.

Pasalnya, aset desa ini kerap kali menjadi masalah, ketika secara pengelolaannya tidak tertib administrasi.

"Itu kemungkinan yang terjadi di lapangan yang bermasalah ini lahan milik Desa," katanya.

Pendaftaran sertifikasi bidang tanah milik desa, lanjutnya, bisa dilakukan melalui program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL).

Baca juga: 1061 PTSL Dibagikan di Lima Desa di Karawang, Bantu Warga Miliki Bukti Surat Kepemilikan Lahan

"Cara pendaftarannya agar lebih mudah bisa melalui program PTSL," katanya.

Dalu juga menyampaikan, dari seluruh bidang tanah yang ada di Jawa Barat, hanya 60 persen yang sudah tersertifikasi, dari total keseluruhan 22 juta bidang tanah.

"Jumlah bidang tanah di seluruh Provinsi Jawa Barat itu ada 22 juta bidang tanah, yang baru tersertifikasi 60 persen dari jumlahnya itu," kata Dalu.

Dalam kurun waktu tahun 2022, pihaknya berhasil mencatat, pendaftaran sertifikasi bidang tanah di Provinsi Jawa Barat mencapai 1,3 juta bidang tanah yang telah tersertifikasi. (*)

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved