Polisi Arogan Tiba-tiba Hantam Wajah Anggota TNI yang Seberangkan Anak Sekolah, Helm Sampai Lepas

Kelakukan oknum polisi kembali membuat malu institusi Polri yang kini dikomando oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Polisi pukul anggota TNI.

Editor: Kisdiantoro
Tribun Sumsel
Kelakukan oknum polisi kembali membuat malu institusi Polri yang kini dikomando oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Polisi pukul anggota TNI. 

TRIBUNJABAR.ID, PALEMBANG - Kelakukan oknum polisi kembali membuat malu institusi Polri yang kini dikomando oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Tertangkap dalam kamera video, seorang oknum anggota polisi memukul wajah anggota TNI yang sedang menyeberangkan anak sekolah.

Saking kerasnya, helm yang dikenakan olah anggota TNI yang belakangan diketahui berdinas di Pomdam II Sriwijaya itu copot.

Aksi kekerasan yang polisi pukul anggota TNI ini terjadi di jalanan di Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (13/9/2022).

Baca juga: Hari Ini Irjen Ferdy Sambo Akan Uji Kebohongan, Polri Pastikan Akurasi Alat Lie Detector 93 Persen

Kejadian itu menjadi perhatian warga yang sedang beraktivitas di sekitar lokasi kejadian.

Video kekerasan polisi pukul anggota TNI pun menjadi viral di media sosial.

Video tersebut berdurasi 1 menit 24 detik.

Oknum polisi pukul anggota TNI ini, tak lama kemudian diketahui identitasnya.

Dia berdinas di wilayah hukum Polda Sumatera Selatan. Pristiwa yang menghebohkan jagat maya ini sudah sampai ke telingan Kapolda Sumsel dan Kapendam II Sriwijaya.

Kronologi Polisi Pukul Anggota TNI

Dalam video itu terlihat anggota TNI yang sedang mengatur arus lalu lintas.

Tak lama kemudian, datang oknum polisi naik sepeda motor lalu berhenti tepat di lokasi anggota TNI berdiri.

Peristiwa itu terjadi di Jalan Jenderal Sudirman Km-3,5 tepatnya di depan Taman Makam Pahlawan (TMP) Ksatria Ksetra Siguntang, Kota Palembang.

Berdasarkan video yang beredar, pemukulan itu bermula ketika seorang anggota TNI yang mengenakan seragam Pomdam II/Swj, membantu seorang siswa menyeberang jalan raya.

Selanjutnya, korban terlihat hendak kembali melanjutkan tugasnya mengatur lalu lintas yang ketika itu terlihat sedikit padat.

Namun, saat akan menyeberang, tiba-tiba muncul pelaku yang tengah menumpang sepeda motor.

Oknum polisi itu melintas dari arah simpang Polda Sumsel melewati TMP Ksatria Ksetra Siguntang.

Lalu, entah apa alasannya, pelaku yang menggunakan baju olahraga polisi itu kemudian menghentikan laju kendaraannya.

Pelaku sempat terlibat cekcok dengan korban di tengah jalan.

Tak berselang lama, pelaku menghantam wajah korban hingga helm polisi militer yang dikenakan korban terlepas.

Tak tinggal diam, korban yang tidak terima dipukul oleh polisi tersebut kemudian membalasnya dengan memukul balik pelaku.

Peristiwa ini menarik perhatian warga yang melintas.

Termasuk, anggota polisi berpakaian dinas yang juga tengah bertugas mengatur arus lalu lintas.

Selanjutnya, oknum polisi yang memukul anggota polisi militer tersebut tampak langsung diamankan setelah insiden pemukulan tersebut.

Respons Kodam II Sriwijaya

Menanggapi kejadian itu, Kodam II Sriwijaya lantas buka suara.

Kapendam Kodam II Sriwijaya, Letnan Kolonel Kav Rohyat Happy Ariyanto, membenarkan adanya kejadian tersebut.

"Ya, jadi kejadian itu betul. Saat ini sudah ditindaklanjuti oleh Polda dan korban juga sudah berobat," kata Rohyat dikutip dari Tribunnews.com pada Rabu (14/9/2022).

Terkait kasus ini, Rohyat berujar, korban bersama komandan satuannya telah membuat laporan ke Polda Sumsel.

Saat ini, laporan tersebut sedang ditindaklanjuti.

Menurut Rohyat, pemukulan itu terjadi karena salah paham.

Pelaku anggota polisi yang melakukan pemukulan terhadap anggota TNI itu juga sudah dilakukan penahanan.

"Dipicunya karena kesalahpahaman saja," ujar Rohyat.

Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Supriadi, saat dikonfirmasi awak media mengaku pihaknya baru sebatas menerima informasi tersebut.

"Tapi intinya seperti yang disampaikan Pak Kapolda, apabila ada oknum anggota yang tersangkut kasus hukum silakan diproses sesuai hukum yang berlaku," kata Supriadi. (*)

Sumber: Tribun Sumsel
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved