TPT Longsor, Satu Rumah yang Dihuni 2 KK di Lembang KBB Terancam Ambruk dan 8 Orang Mengungsi

Sebuah rumah di Kampung Sukamekar, Cikahuripan, Lembang, Kabupaten Bandung Barat terancam ambruk setelah tembok penahan tanah (TPT) mengalami longsor

Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Darajat Arianto
TRIBUNJABAR.ID/HILMAN KAMALUDIN
Sebuah rumah di Kampung Sukamekar, RT 03/10, Desa Cikahuripan, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) terancam ambruk setelah tembok penahan tanah (TPT) mengalami longsor pada Minggu (11/9/2022) sore. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT - Sebuah rumah di Kampung Sukamekar, RT 03/10, Desa Cikahuripan, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) terancam ambruk setelah tembok penahan tanah (TPT) mengalami longsor, pada Minggu (11/9/2022) sore.

Rumah tersebut dihuni oleh dua kepala keluarga (KK), yakni keluarga Sutisna (43) dan Ade Ridwan (29) dengan jumlah 8 anggota keluarga.

Saat ini mereka terpaksa harus mengungsi ke rumah orangtuanya.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KBB, Duddy Prabowo mengatakan, longsor TPT yang menggerus rumah tersebut terjadi setelah turun hujan deras dengan durasi waktu yang cukup lama.

"Longsor (TPT) itu diatasnya berdiri sebuah rumah yang dihuni 2 KK. Penyebabnya, akibat curah hujan yang deras dengan waktu beberapa jam," ujarnya saat dihubungi, Minggu (11/9/2022).

Baca juga: Akibat Hujan Deras Dua Jam, Dua Desa di Rongga Bandung Barat Diterjang Longsor, Belasan Rumah Rusak

Ia mengatakan, hujan yang mengguyur wilayah tersebut terjadi sekitar pukul 12.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB, kemudian pada pukul 15.00 WIB, TPT yang merupakan penyangga rumah tersebut mengalami longsor.

Longsornya TPT itu, kata Duddy, akibat kondisi tanahnya sangat labil dan rumahnya tidak memiliki kontruksi yang baik, sehingga dinding rumah sepanjang 10 meter dengan tinggi 3 meter dan lebar 4 meter pun ambruk.

"Longsorannya menerjang ke tanah kosong yang berada di bawah tebing. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini," kata Duddy.

Hanya saja, kata dia, akibat kejadian tersebut semua penghuni rumah harus mengungsi dan alat-alat rumah tangga pun harus dipindahkan untuk antisipasi terjadinya longsor susulan.

"Tindakan yang diambil untuk sementara keluarga dan barang korban diungsikan ke rumah ibunya atas nama Rosnaeni, lokasinya masih di RT 03/10," ucapnya.

Baca juga: VIRAL Dinding Bukit Galian Pasir di Leles Garut Longsor, Sejumlah Pekerja Sempat Tertimbun

Duddy mengatakan, akibat longsor itu, keluarga mereka mengalami kerugian materi yang diperkirakan mencapai Rp 30 juta dan saat ini mereka juga membutuhkan logistik.

"Kebutuhan logistik yang saat ini dibutuhkan oleh keluarga itu yaitu pakaian, kasur, karpet, sembako, dan material bangunan" ujar Duddy. (*)

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved