Perempuan Datangi Mapolres Karawang, Diancam Akan Dihabisi karena Keluar Salah Satu Ormas Keagamaan

Perempuan di Karawang diancam dibunuh karena keluar dari organisasi keagamaan, keluarganya dianiaya.

Penulis: Cikwan Suwandi | Editor: Seli Andina Miranti
Pixabay
Ilustrasi wanita diancam dibunuh- Korban diancam dibunuh karena dinilai tidak sealiran lagi, bahkan salah satu keluarganya sempat dianiaya oleh pengikut aliran tersebut 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Karawang, Cikwan Suwandi

TRIBUNJABAR.ID, KARAWANG - Seorang perempuan berinisial RR (40) bersama keluarga dan kuasa hukumnya mendatangi Mapolres Karawang, Jawa Barat dengan maksud melaporkan kasus ancaman pembunuhan karena keluar dari salah satu organisasi keagamaan, Jumat(9/9/2022).

RR diancam oleh MR (50) yang merupakan penganut salah satu faham organisasi masyarakat yang sebelumnya pernah diikuti oleh RR.

Ia diancam dihabisi karena dinilai tidak sealiran lagi, bahkan salah satu keluarganya sempat dianiaya oleh pengikut aliran tersebut dan salah satu pelaku penganiayaan telah diamankan Polsek Telukjambe Timur.

Baca juga: HEBOH Video Ibu di Cianjur Minta Perlindungan Kapolres, Diancam Dihabisi Anak Kandungnya Sendiri

"Sesuai dengan Undang-undang Nomor 40 tahun 2008 tentang penghapusan diskriminasi ras dan etni. Dan dimana, di pasal 4 junckto pasal 16, bahwa di pasal 4 A2, itu diatur salah satunya berpidato atau mengatakan sesuatu yang di dengar, yang diketahui oleh orang atau orang banyak, yang mengungkapkan kebencian etnis. Disini, di pasal 16 nya diatur tentang ancaman hukumannya, orang yang berlaku demikian diancam pidana 5 tahun," kata Kuasa Hukum Korban Irman Zufari.

Irman mengungkapkan, kejadian tersebut terjadi di Kecamatan Telukjambe Timur. Pada hari Selasa, (6/9/2022) sekitar pukul 12:30 WIB.

"Saat keributan, ada kata-kata pelaku adalah, ketika ditegur guna mengingatkan ada orangtua yang sedang sakit di rumah oleh korban, yang awalnya si pelaku tidak menggubris dan si korban menegaskan kembali kepada pelaku, si pelaku mengatakan 'diam kamu, kamu saya gorok, saya bunuh kamu, kamu juga halal dibunuh, keluarga ini halal untuk dibunuh, keluarga ini keluarga murtad, saya usir keluarga ini,' kata si pelaku kepada korban," kata Irman.

Ia juga mengatakan bahwa tindakan tersebut merupakan suatu yang mengerikan dan ada muatan yang mengarah kepada unsur paham radikal.

"ini mengerikan, ini unsur-unsur paham radikalisme itu ada disini. Mungkin kami tidak akan berhenti sampai disini, kami akan berkoordinasi dengan MUI untuk segera menindaklanjuti situasi ini, jangan sampai terlambat kemudian saling salah menyalahkan yang seandainya seandainya," ujarnya.

Baca juga: HEBOH Video Ibu di Cianjur Minta Perlindungan Kapolres, Diancam Dihabisi Anak Kandungnya Sendiri

Untuk langkah selanjutnya, setelah dirinya membuat laporan pengaduan ke Reskrim Polres Karawang, dirinya akan berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait.

"Kita ingin setelah ini, kita akan berkoordinasi dengan MUI karena ini sudah merupakan tindakan hukum. Agar ada pencegahan kedepannya. Dan beberapa instansi pemerintah yg lain dan juga BNPT untuk teroris, kita juga akan berkoordinasi," katanya

Dan untuk pengamanan korban, pihaknya akan mempertimbangkan untuk perlindungan korban ke Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban, sesuai dengan perkembangan nanti.

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved