KECELAKAAN MAUT, Boceng Bertiga Yamaha Nmax Ngebut Tabrak Tronton, Semua Meninggal Dunia

Innalillahi, kecelakaan maut tak terhindarkan di depan SBPU di Jalan Semarang-Boyolali, Jumat (9/9/2022). Tiga orang meninggal dunia.

Editor: Kisdiantoro
Kompas.com/Adi
Ilustrasi - Innalillahi, kecelakaan maut tak terhindarkan di depan SBPU di Jalan Semarang-Boyolali, Jumat (9/9/2022). Tiga orang meninggal dunia. 

TRIBUNJABAR.ID - Innalillahi, kecelakaan maut tak terhindarkan di depan SBPU di Jalan Semarang-Boyolali, Jumat (9/9/2022).

Sepeda motor Yamaha NMAX yang ditunggani oleh tiga orang melaju kecang di jalan tersebut.

Saat tiba di depan SPBU Sidorejo Penggung, Boyolali, laju kendaraan Yamaha NMAX tak bisa dikenalikan.

Tepat di depannya sebuah truk tronton berbelok ke kanan masuk di SPBU.

Tabrakan pun tak terelakkan. Ketiga orang pengendara Yamaha NMAX tersebut meninggal dunia dalam kecelakaan maut itu.

Baca juga: BREAKING NEWS Kecelakaan Maut di Jalur Tengkorak Wonosobo 6 Orang Tewas, Ini Daftar Nama Korban

Ketiga korban meninggal dunia itu adalah pemuda asal Pulisen, Kecamatan Boyolali, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.

Truk tronton yang diduga tidak berhati-hati saat berbelok itu, diketahui bernomor polisi S 8269 UZ.

Kronologi kecelakaan maut

Berdasarkan keterangan hasil penyelidikan polisi, kejadian bermula saat truk tronton yang dikemudian Awalito Wikayanto P (26), warga Kelurahan Semambung, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Sidoarjo, berjalan dari arah selatan ke utara (Boyolali-Semarang).

Di lokasi kejadian, truk tronton belok ke kanan untuk masuk ke SPBU Sidorejo Penggung, Boyolali.

Saat itu dari arah berlawanan (Semarang-Solo) melaju sepeda motor Yamaha Nmax yang ditumpangi tiga orang melaju dengan kecepatan tinggi.

Laju sepeda motor berisi tiga orang itu tak terkendali dan menabrak truk tronton yang akan masuk ke SPBU Sidorejo Penggung, Boyolali.

"Dugaan sementara kurang hati-hati truk tronton yang belok kanan pada posisi tidak aman menyebabkan kecelakaan," kata Kasi Humas Polres Boyolali AKP Dalmadi dikonfirmasi Kompas.com, pada Jumat.

AKP Dalmadi menuturkan, korban tewas di lokasi kejadian awalnya hanya dua orang, yakni Ahmad Arif Mardiyanto (24) dan Wahyu Hidayat (19). Korban mengalami luka berat pada kepala.

Sementara korban Rido Nur Prasetyo (18) sempat dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pandan Arang Boyolali, Jawa Tengah untuk mendapatkan perawatan.

Namun, karena luka berat bagian kepala dan tidak sadarkan diri, akhirnya meninggal dunia.

"Korban luka berat akhirnya meninggal dunia juga setelah sempat di rawat di ICU rumah sakit," ungkap Dalmadi.

Artikel tayang di Kompas.com

Sumber: Kompas
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved