Selasa, 7 April 2026

Bak Kisah FTV, Dedi Mulyadi Bertemu Kernet Pekerja Keras yang Jalin Asmara dengan Anak Bos Truk

Kisah cinta sejoli memang beragam dan sukar ditebak. Seperti kisah cinta seorang kernet truk yang belum lama ini bertemu

Editor: Ichsan
dok.dedi mulyadi
Bak Kisah FTV, Dedi Mulyadi Bertemu Kernet Pekerja Keras yang Jalin Asmara dengan Anak Bos Truk 

TRIBUNJABAR.ID - Kisah cinta sejoli memang beragam dan sukar ditebak. Seperti kisah cinta seorang kernet truk yang belum lama ini bertemu dengan Kang Dedi Mulyadi.

Bak kisah di Film Televisi (FTV) sang kernet rupanya jatuh cinta dan menjalin hubungan dengan anak pemilik truk yang selama ini menjadi tempatnya mencari nafkah.

Kisah ini terungkap bermula saat Kang Dedi Mulyadi menghentikan truk D 8038 ZG di jalan. Truk tersebut bagian belakangnya dicat dengan motif wajah Dedi Mulyadi.

Truk tersebut memiliki gambar Kang Dedi Mulyadi mengenakan pakaian Dangiang Ki Sunda yang kerap ia pakai saat masih menjabat sebagai Bupati Purwakarta. Di sebelah wajahnya terdapat tulisan ‘Jati Diri Urang Sunda’

“Ini foto saya zaman dulu. Itu foto jadul,” ujar Kang Dedi.

Baca juga: Dedi Mulyadi : Politisi Harus Punya Karya Bukan Hanya Wacana, Tiap Daerah Harus Punya Identitas Kuat

Setelah dihentikan ia meminta pria yang duduk di bangku penumpang untuk pindah naik ke mobil Alphard milik Kang Dedi. Sementara Dedi duduk di dalam truk Bersama sang sopir menuju salah satu rumah makan di Purwakarta.

Rupanya gambar tersebut inisiasi bos pemilik truk yang ngefans dengan Dedi. Sang pemilik disebut sopir Bernama Haji Deni asal Ciwidey, Kabupaten Bandung.

Truk tersebut sehari-hari dipakai untuk mengangkut sayuran dari Ciwidey ke Tangerang. Setelah itu truk dipakai untuk mengangkut kotoran ayam dari Tangerang sebagai bahan baku pupuk sayuran.

“Satu rit itu habis untuk tol Rp 400 ribu, BBM biasanya Rp 600 ribu sekarang naik jadi Rp 800 ribu lebih,” ujar sopir truk bernama Jajang tersebut.

Menurutnya meski harga BBM naik, ongkos angkutan belum naik. Sebab pengguna jasa truk tak mau jika harga angkutan dinaikkan mengikuti harga BBM.

“Pada gak mau kalau ongkos naik. Jadi satu rit, dua hari itu paling kebagian Rp 200-250 ribu. Biasanya sebelum BBM naik kebagian Rp 400 ribuan,” kata Jajang.

“Jadi Akang (sopir) sekarang kehilangan Rp 200 ribu karena dibebankan ke sopir. Kalau seperti ini seharusnya sopir mendapat subsidi,” timpal Dedi.

Kang Dedi lantas mengajak sopir dan kernet tersebut makan di restaurant. Mereka terharu karena baru kali ini bisa merasakan makan enak di restoran besar.

Dalam obrolan tersebut terungkap, sang kernet bernama Bilan yang masih berusia 21 tahun ternyata menjalin asmara dengan anak bos truk tempatnya bekerja.

Tak percaya Dedi pun meminta bukti. Dan benar saja dari isi perpesan antara Bilan dan anak bosnya mereka berdua telah menjalin asmara.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved