Kasus Ferdy Sambo
Psikolog Forensik: Perilaku Istri Ferdy Sambo Gugurkan Klaim Sebagai Korban Pelecehan Brigadir J
Dalam kasus Brigadir J, Putri Candrawathi mengaku sebagai korban pelecehan Brigadir J di Magelang, Jawa Tengah.
TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA- Psikolog Forensik, Reza Indragiri, mengatakan sikap istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, saat pertama kali muncul ke publik tidak mencerminkan perilaku korban pelecehan.
Sejak kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir J, Putri Candrawathi pertama kali muncul ke publik di Mako Brimob, pada 7 Agustus 2022.
Kala itu, sambil menangis-nangis, Putri Candrawathi mengaku begitu mencintai Ferdy Sambo.
Dalam kasus Brigadir J, Putri Candrawathi mengaku sebagai korban pelecehan Brigadir J di Magelang, Jawa Tengah.
Menurut Reza Indragiri, istri Ferdy Sambo itu telah melanggar undang-undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS), karena memunculkan identitasnya di depan publik.
Baca juga: PENGAKUAN Terbaru Kasus Ferdy Sambo, Bripka RR Tolak Tembak Brigadir J, Mengapa Bharada E Tak Bisa?
"PC mengklaim dirinya sebagai korban, tetapi tindak tanduknya justru menganulir klaim itu," ucap Reza Indragiri dikutip TribunJakarta dari YouTube TV One, pada Senin (5/9/2022).
"Masih ingat enggak dia muncul di Mako Brimob? Jika mengacu undang-undang TPKS, korban harus ditutup identitasnya, tapi apa yang terjadi dimunculkan lalu memperkenalkan diri, dan menyebut namanya," katanya.
"Kan aneh seseorang yang menyebut dirinya sebagai korban, dia melanggar undang-undang," ujar Reza Indragiri.
Putri Candrawathi, ucap Reza Indragiri, tak bersikap seperti korban kekerasan seksual pada umumnya, mungkin karena memang bukan korban.
"Tindak-tanduknya tidak seperti korban karena tidak punya pemikiran sebagai korban. Kenapa? Ya, karena bukan korban," kata Reza Indragiri.
Baca juga: Isu Pelecehan, Putri Candrawathi Tak Konsisten Bikin Pusing, Pengamat: Mana Kebenaran Mana Kepalsuan
"Orang yang mengalami penderitaan psikis yang sedemikian rupa dapat dipastikan akan mengisolasi diri tidak mau kontak dengan siapapun," katanya.
Tak cuma itu, Reza Indragiri juga menyoroti Putri Candrawathi yang bersikap tak kooperatif saat diperiksa LPSK.
Padahal kala itu, LPSK bermaksud memberikan perlindungan kepada Putri Candrawathi yang mengaku sebagai korban pelecehan seksual.
"Ketika diperiksa LPSK, justru PC diam seribu bahasa, kan aneh," kata Reza Indragiri.
"Kita didatangi lembaga yang ingin memberikan perlindungan, justru tidak kooperatif. Ini sakit? atau pura-pura sakit?" ujar. (Rr Dewi Kartika H)
Artikel ini telah tayang di TribunJakarta.com dengan judul Putri Candrawathi Tak Bersikap Seperti Korban Pelecehan? Psikologis Forensik Ungkap Analisanya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/pakar-psikologi-forensik-reza-indragiri-amriel.jpg)