Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat Tetep Abdulatip Minta Kenaikan Harga BBM Dikaji Ulang

Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat Tetep Abdulatip minta kenaikan harga BBM dikaji ulang

Editor: Siti Fatimah
istimewa
Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat Drs. KH Tetep Abdulatip 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat Drs. KH Tetep Abdulatip menyoroti keputusan pemerintah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

Tetep mengaku kecewa terhadap keputusan tidak wajar tersebut.

“Saya kecewa dan prihatin karena kenaikan BBM membebani masyarakat,” katanya.

Menurutnya, pemerintah terkesan memaksakan kehendak dengan mengambil keputusan tanpa mempertimbangkan banyak hal.

Terutama pertimbangan ekonomi rakyat yang saat ini sedang dalam pemulihan.

“Kenaikan BBM ini dilakukan di saat yang tidak tepat. Rakyat baru mau bangkit setelah pulih dari covid-19. Tiba-tiba terbebani oleh kenaikan BBM,” katanya.

Keanehan lainnya, lanjut tetep, kenaikan harga BBM dilakukan saat harga minyak dunia turun.

Ditambah lagi kenaikan dilakukan saat pemerintah mengerjakan proyek-proyek besar.

“Ya memang tidak tepat, harga minyak dunia turun kenapa di kita naik? Tidak tepat lagi di saat pemerintah memaksakan diri mengerjakan proyek-proyek mercusuar sepeti proyek IKN dan kereta cepat,” katanya.

Karena itu ia berharap agar pemerintah segera membatalkan kenaikan harga BBM tersebut mengingat beban masyarakat semakin bertambah.

Banyak sektor ekonomi yang sudah pasti mendapat dampak serius dari kenaikan ini.

Menurutnya, pemerintah harus melihat bagaimana nasib UMKM, para nelayan, jasa angkutan dan kebutuhan pokok juga akan terdampak.

Karena itu harus dibatalkan. saya merasakan keprihatinan masyarakat. Beban mereka semakin bertambah. Harga-harga meningkat tapi daya beli masyarakat tidak meningkat,” katanya.

Selain itu, menurutnya kenaikan BBM itu dapat berimbas pada tingginya angka kemiskinan dan ancaman inflasi ekonomi.

"Ini yang mesti pemerintah pikirkan sebenarnya,” Katanya.

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved