Jembatan Gantung Ambruk di Cianjur Akan Ditangani BPBD, Akses Penting bagi Warga

Dinas Tata Ruang dan Permukiman Kabupaten Cianjur sudah mengecek lokasi jembatan gantung ambruk di Cibeber, Cianjur.

Penulis: Ferri Amiril Mukminin | Editor: Giri
Tribun Jabar/Ferri Amiril Mukminin
Kondisi jembatan gantung penghubung dua desa di Cianjur yang ambruk. Foto diambil Minggu (4/9/2022). 

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Dinas Tata Ruang dan Permukiman Kabupaten Cianjur sudah mengecek lokasi jembatan gantung ambruk di Cibeber, Cianjur.

Dinas Tata Ruang dan Permukiman Kabupaten Cianjur, Cepy Rahmat, mengatakan, pihaknya sudah mendapat keputusan siapa yang bertanggung jawab menangani jembatan itu.

"Penanganannya akan dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Cianjur," ujar Cepy di Cianjur, Senin (5/9/2022).

Dugaan ambruknya jembatan gantung karena cuaca buruk dan hujan yang terus-menerus mengguyur kawasan Cibeber dan sekitarnya.

Jembatan tersebut menghubungkan Desa Cibaregbeg, Kecamatan Cibeber, dan Desa Karangnunggal, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur.

Warga dari dua desa tersebut sangat menanti perbaikan jembatan karena keberadaannya sangat vital digunakan warga sehari-hari.

Kepala Desa Cibaregbeg, Subuh Basarah, mengatakan pihaknya langsung melaporkan dan mengajak warga gotong-royong untuk penanganan awal.

"Kami sudah berinisiatif untuk mengajak warga bergotong-royong, penanganan awal selama dua hari," ujar dia, Minggu (4/9/2022).

Baca juga: Diresmikan Ridwan Kamil pada 2019, Jembatan Gantung Penghubung Dua Desa di Cianjur Kini Ambruk

Subuhmengatakan, jembatan ambruk perlahan dan tergerus air saat dibawah pada 28 Agustus 2022. Sebelumnya jembatan sudah miring.

"Kami sudah dua hari swadaya gotong-royong, sudah ditangani, dugaan sementara memang karena hujan dan cuaca buruk terus melanda Cianjur beberapa pekan lalu," katanya.

Dia mengatakan Dinas Tata Ruang dan Permukiman Kabupaten Cianjur sudah turun ke lokasi untuk melakukan penanganan.

"Kepala dinasnya turun langsung dan meminta warga untuk berhenti menangani karena akan ada ahli yang langsung menangani," katanya.

Subuh berharap penanganan segera dilakukan karena warga sangat butuh akses jembatan tersebut.

Baca juga: Ibu di Cianjur Akhiri Hidup di Samping Bayinya di Saung Tengah Kebun, Diduga Depresi

"Saat ini penanganan sudah dilakukan oleh pemborong, saya berharap segera beres dan bisa digunakan kembali oleh warga," katanya.

Dari tembok prasasti yang terdapat di jembatan, peresmian dan penandatanganan dilakukan oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, pada 2019. (fam)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved