Berkaca pada Laka Maut Bekasi, Dishub Akan Perketat Pengawasan Jam Operasional Truk di Sukabumi

Truk dilarang melintas saat jam masuk kerja, masuk sekolah dan pulang kerja serta sekolah. Mulai pukul 05.00 - 08.00 WIB & pukul 16.00 - 18.00

Tribun Jabar/ M Rizal Jalaludin
Kadishub Kabupaten Sukabumi, Dedi Chardiman 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Kabupaten Sukabumi M Rizal Jalaludin

TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - Tak ingin ada kejadian kecelakaan maut truk seperti di Bekasi, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, akan memperketat pengawasan dan jam operasional truk.

Kadishub Kabupaten Sukabumi, Dedi Chardiman mengatakan, Dishub telah memilili regulasi Peraturan Daerah (Perda) tentang jam operasional truk.

"Memang betul kami rasakan penegakan Perda itu harus berkolaborasi dengan teman-teman Kepolisian, karena kewenangan penindakan, bahasa kitanya tilang itu ada di teman-teman Kepolisian. Kami akui dua tahun terakhir ini di masa pandemi, kegiatan ini bukan tidak dilaksanakan, tapi kondisinya kurang menggigit," kata Dedi saat ditemui di kantor Dinas Perikanan, Kamis (1/9/2022) kemarin.

Baca juga: Jadi Korban Kecelakaan Maut Tepat di Hari Ulang Tahun, Naufal Sempat Sampaikan Permintaan Terakhir

"Tapi sekarang ini setelah diingatkan oleh pak Gubernur maupun dengan kejadian yang ada di Bekasi, insya allah kami pun sudah berkomunikasi dengan pak Waka Polres, mudah-mudahan kami bersepakat untuk segera meningkatkan intensitas pengawasan tentang jam operasional tersebut," jelas Dedi.

Dedi mengatakan, truk dilarang melintas saat jam masuk kerja, masuk sekolah dan pulang kerja serta sekolah. Tepatnya mulai pukul 05.00 - 08.00 WIB dan pukul 16.00 - 18.00 WIB.

"Jam operasional rinciannya pokoknya pada jam-jam sibuk, katakanlah jam 8, dari jam 5 pagi sampai jam 8 mereka dilarang untuk melintas, kita beri kesempatan untuk aktivitas bekerja dan sekolah. Kemudian pada jam sore, jam 16 sampai jam 18 dengan asumsi itu pulang yang kerja, faktanya memang pabrik pulang, seperti itu," terangnya.

Tak hanya soal jam operasional, beban atau mutan truk dan kondisi kendaraan juga menjadi perhatian Dishub. Sebab itu, pihaknya rutin melakukan ramp check.

"Untuk tonase sudah dijelaskan sesuai dengan sumbu teknis ya itu ada regulasinya, sumbu sekian harus sekian ton, dikaitkan dengan ODOL dan lain sebagainya. Kemudian juga saya ingin flashback dulu walaupun tidak diekspose, berkaitan dengan kejadian di Panjalu Ciamis ada bis parawisata ya, kami pun melakukan kegiatan pengawasan yakni ramp check ya di beberapa tempat wisata, alhamdulillah kegiatan tersebut barangkali tidak ada yang menonjol," ucapnya.*

Baca juga: Gubernur Ridwan Kamil Kunjungi Korban Kecelakaan Maut di Bekasi, Minta Evaluasi Transportasi

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved