BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Bandung Lodaya Kampanyekan Anti Korupsi
(BPJamsostek Bandung Lodaya), gelar Kampanye Anti Korupsi. Kegiatan ini sengaja digelar sebagai bentuk edukasi sekaligus menularkan semangat anti koru
TRIBUNJABAR.ID, (BPJamsostek Bandung Lodaya), gelar Kampanye Anti Korupsi. Kegiatan ini sengaja digelar sebagai bentuk edukasi sekaligus menularkan semangat anti korupsi.
Acara yang digelar secara daring/online di Kantor BPJS Ketenagakerjaan Bandung Lodaya tersebut dihadiri oleh 23 peserta. Mereka berasal dari kalangan stakeholder dan rekanan. Seperti Kejaksaan Negeri Kabupaten Bandung dan Perusahaan Binaan BPJS Ketenagakerjaan Bandung Lodaya.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Selasa (30/8/2022) tersebut dibuka oleh Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Bandung Lodaya dan menghadirkan narasumber eksternal dari Kejaksaan Negeri Kabupaten Bandung.
Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Bandung Lodaya, Efa Zuryadi, menyampaikan, “Tujuan diadakannya kampanye anti-korupsi tersebut diharapkan mampu memberikan edukasi sekaligus dampak positif dalam menyebarkan semangat anti-korupsi, khususnya pada saat BPJS Ketenagakerjaan bersinergi dengan pihak stakeholder eksternal.”
“Kampanye Anti Korupsi merupakan salah satu perwujudan komitmen antara BPJS Ketenagakerjaan dengan KPK serta memberikan edukasi anti korupsi seluruh masyarakat indonesia dan BPJS Ketenagakerjaan menjalankan proses bisnis menggunakan prinsip kehati-hatian dan tata kelola yang baik dan untuk menjaga kepercayaan dan komitmen atas pengelolaan dana jaminan sosial” pungkas Efa.
Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara Kejaksaan Negeri Kabupaten Bandung, Dizki Liando, S.H yang menjadi narasumber mengatakan bahwa tujuan akhir pemberantasan korupsi adalah mewujudkan cita-cita kemerdekaan indonesia, melindungi segenap bangsa indonesia dan seluruh tumpah darah indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Termasuk rendahnya angka kemiskinan, anak-anak mendapatkan hak sekolah, kesehatan masyarakat terjamin, dan pemerataan pembangunan.