Pengembangan Sapi Belgian Blue di Kota Cirebon Sempat Terhambat PMK, Terpaksa Diaborsi
Dua ekor indukan sapi milik peternak binaan DKPPP Kota Cirebon yang tengah hamil terpaksa harus diaborsi akibat terjangkit PMK pada Juli 2022.
Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Seli Andina Miranti
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi
TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Kota Cirebon sempat menemui hambatan dalam pengembangan Sapi Belgian Blue.
Kepala Bidang Pertanian dan Peternakan DKPPP Kota Cirebon, Iin Inayati, mengatakan, proses pengembangan itu sempat terhambat wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
Menurut dia, dua ekor indukan sapi milik peternak binaan DKPPP Kota Cirebon yang tengah hamil terpaksa harus diaborsi akibat terjangkit PMK pada Juli 2022.
Baca juga: DKPPP Kota Cirebon Berhasil Kembangkan Sapi Belgian Blue, Ras Baru di Indonesia, Lahir Dua Anak Sapi
"Langkah ini terpaksa dilakukan untuk menyelamatkan sapi tersebut," kata Iin Inayati saat ditemui di DKPPP Kota Cirebon, Jalan Kalijaga, Kota Cirebon, Senin (29/8/2022).
Ia mengatakan, DKPPP Kota Cirebon mulai mengembangkan ras sapi potong asal Belgia itu di Kota Cirebon sejak Oktober 2022.
Saat itu, pihaknya menyiapkan 100 dosis bibit beku untuk proses inseminasi buatan (IB) atau kawin suntik. Namun, baru 10 dosis yang diberikan ke sapi milik peternak.
Dari 10 proses inseminasi buatan tersebut, terdapat enam indukan sapi yang dinyatakan hamil dan dua di antaranya telah melahirkan belum lama ini.
"Dari enam indukan yang hamil, dua sudah melahirkan, dua diaborsi karena terjangkit PMK, dan dua ekor lagi belum melahirkan," ujar Iin Inayati.
Saat lahir, dua pedet (anak sapi) Belgian Blue itu bobotnya mencapai 35 kilogram, lingkar dada 75 cm, panjang tubuh 65 cm, dan tinggi badannya 75 cm.
Baca juga: Polemik Perampasan Sapi di Sumedang, Dinas Peternakan Sudah Kembalikan ke Peternak di Cilopang
Iin menyampaikan, keberhasilan pengembangan sapi Belgian Blue itu menjadi kabar baik dalam upaya meningkatkan produksi daging di Kota Udang.
"Inseminator dan Pengawas Bibit Ternak DKPPP Kota Cirebon juga terus mengembangkan sapi Belgian Blue menggunakan bibit yang telah disiapkan," kata Iin Inayati.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/pedet-atau-anak-sapi-belgian-blue-yang-lahir.jpg)