Baru Bebas dari Penjara Dada Rosada Sudah Siap Nyalon Pilgub 2024, Ini Kata Pengamat Politik

Pengamat politik Universitas Padjadjaran (Unpad) Firman Manan mengatakan, secara normatif Dada masih memiliki hak politik.

Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: Hermawan Aksan
Tribun Jabar/Deni Denaswara
Mantan wali kota Bandung Dada Rosada keluar dari Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin setelah dinyatakan bebas, Jumat (26/8/2022). Keinginan Dada Rosada untuk terjun di Pilgub 2024 mendapat tanggapan dari pengamat politik Firman Manan. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Mantan wali kota Bandung Dada Rosada menyatakan siap kembali terjun ke dunia politik.

Hal itu diungkapkan Dada beberapa menit setelah mendapat cuti menjelang bebas (CMB) dari Lapas Sukamiskin, Jumat (26/8/2022).

Pengamat politik Universitas Padjadjaran (Unpad) Firman Manan mengatakan, secara normatif Dada masih memiliki hak politik, baik itu memilih maupun dipilih, meski statusnya sebagai mantan narapidana kasus suap.

"Kalau dari sisi normatif tidak ada persoalan sebetulnya. Pak Dada memiliki hak politik untuk kembali mencalonkan diri," ujar Firman Manan saat dihubungi melalui sambungan telepon, Sabtu (27/8/2022).

Baca juga: Ada ASN Sambut Bebasnya Dada Rosada dari Lapas Sukamiskin, Sekda Bandung Bilang Tak Masalah

Ia mencontohkan, ada beberapa caleg yang pernah masuk penjara karena kasus korupsi, kembali mencalonkan diri dalam pilkada.

Artinya, kata dia, peluang itu terbuka dan mendapatkan dukungan dari partai politik.

"Pada akhrinya yang menentukan pemilih."

"Ada juga pengalaman bahwa mantan narapidana korupsi dipilih kembali oleh masyarakat."

"Ini ada beberapa alasan. Pertama, masyarakat tidak tahu. Kedua, bisa saja pemilih itu tahu, tapi punya pertimbangan apa karena memang ada kedekatan atau memang senang," katanya.

Satu lagi yang perlu diperhatikan, kata dia, adalah jejaring sosial, politik, dan ekonomi.

"Nah, apakah jejaring itu bisa diaktifkan kembali oleh Pak Dada untuk mendukung, itu kan baru niatan."

"Pertanyaannya sejauh mana jejaring masih di-maintenance dan bisa diaktifkan kembali."

"Saat ini model pemilu sangat penting jejaring sosial politik."

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved