Bedi Budiman Berbagi Cerita Patriotisme lewat Lagu Daerah Jabar Manuk Dadali Bersama Warga Ciamis
Lagu Manuk Dadali, lagu daerah Jabar akrab di telinga warga Jabar ternyata punya makna filosofis yang luhung. Makna lagu itu dibahas Bedi Budiman
TRIBUNJABAR.ID,BANDUNG- Lagu Manuk Dadali, lagu daerah Jabar akrab di telinga warga Jabar ternyata punya makna filosofis yang luhung. Makna lagu itu dibahas Bedi Budiman, Ketua Komisi I DPRD Jabar.
Liriknya begitu mudah diingat dan menggugah semangat yang mendengarnya. Mesat ngapung luhur jauh di awang-awang, Meberkeun jangjangna bangun taya karingrang, Sukuna ranggoas rejeung pamatukna ngeluk
Ngapak mega bari hiberna tarik nyuruwuk.
Almarhum R Sambas Mangundikarta merupakan pencipta lagu Manuk Dadali. Di dalam liriknya, ada semangat nasionalisme dan kebanggan atas lambang negara.
Bagi banyak orang, Manuk Dadali dipersepsikan sebagai Burung Garuda. Selain itu, lirik lagu tersebut juga digambarkan bahwa Manuk Dadali yang senang bersatu dan rukun tidak saling iri, hidup berdampingan penuh kasih sayang.
"Dengan memahami makna lagu daerah Jabar Manuk Dadali tadi, masyarakat Indonesia diharapkan dapat menanamkan rasa nasionalisme dan patriotisme sebagaimana penggambaran sosok manuk dadali atau burung garuda," kata Ketua Komisi I DPRD Jabar, Bedi Budiman, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (25/8/2022).
Baca juga: Satlantas Polres Ciamis Turun ke Lapangan, Ingatkan Masyarakat Bahaya Naik Mobil Odong-odong
Saat kunjungan kerja ke Ciamis, dia berbagi cerita dan mengkaji makna luhung lagu manuk dadali. Banyak warga yang dia datangi tahu dan hafal lagam dan lirik lagu daerah Jabar itu.
"Alhamdulillah masih banyak peserta yang ingat tapi ada juga yang agak lupa. Jadi akhirnya kita menyanyi bersama untuk membangkitkan semangat kebangsaan melalui lagu daerah Sunda yang memiliki nafas nasionalisme seperti Manuk Dadali ini," ungkapnya.
Selain Manuk Dadali, Bedi juga mengajak peserta reses untuk melantunkan kawih degung bertema perjuangan, Sabilulungan.
Kawih ciptaan Mang Koko ini memiliki pesan penting kepada masyarakat Sunda khususnya untuk menjaga persatuan dan kesatuan sebagai landasan kekuatan atau ketahanan.
"Kawih Sabilulungan menekankan agar “urang Sunda” memupuk rasa persaudaraan, gotong-royong, keselarasan, welas asih antar sesama.Sabilulungan juga mengingatkan agar sesama “urang Sunda” jangan berselisih, tidak mementingkan diri sendiri, dan peduli kepada yang lain," tandas politisi PDI Perjuangan ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/bedi-ciamis.jpg)