Massa Gelar Unjuk Rasa di Kantor Kejati Jabar, Tuntut Habib Bahar bin Smith Dibebaskan  

Massa pendukung Habib Bahar bin Smith mendatangi kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat di Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, Senin (21/8).

Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: Giri
Tribun Jabar/Nazmi Abdurrahman
Massa pendukung Habib Bahar bin Smith saat melakukan demonstrasi di depan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, Senin (21/8/2022). Mereka menuntut Habib Bahar dibebaskan. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Massa pendukung Habib Bahar bin Smith mendatangi kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat di Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, Senin (21/8/2022). 

Mereka menuntut kejelasan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Jabar yang belum membebaskan Habib Habar, seusai vonis majelis hakim. 

"Pada aksi pertama kami sudah mediasi, tapi dari mereka tidak dapat menjelaskan kenapa Habib belum dibebaskan, padahal masa penahanannya sudah habis pas divonis hakim," ujar Babeh Aldo, koordinator aksi. 

Ichwan Tuankotta, kuasa hukum Habib Bahar Bin Smith, turut mempertanyakan kliennya belum dibebaskan dari tahanan. 

Menurutnya, vonis majelis hakim yang memutuskan hukuman penjara 6 bulan 15 hari, seharusnya sudah selesai pada 17 Agustus 2022. 

"Habib Bahar mestinya bebas tanggal 17 Agustus karena hakim memutuskan 6 bulan 15 hari. Masa penahanan habis pas diputus," ujar Ichwan. 

Baca juga: Divonis 6 Bulan 15 Hari Penjara, Bahar bin Smith Pegang Bendera Indonesia Lantas Berteriak Begini

Ichwan mengaku mendapatkan informasi, JPU mengajukan banding. Padahal di persidangan, JPU menyatakan pikir-pikir selama satu minggu atas vonis majelis hakim

"Informasi yang kami dapat putusan dibacakan Selasa 15 Agustus, hari itu juga banding, enggak bisa menabrak ketentuan lagi. Banding itu harus ada waktu seminggu, apalagi di pengadilan jaksa pikir-pikir, kenapa jadi banding," katanya. 

Selain melakukan aksi di depan kantor Kejati Jabar, pihaknya pun akan bersurat ke Menkopolkuham dan ke Kejaksaan Agung (Kejagung). 

"Kita keberatan sikap Kejaksaan Tinggi Bandung, kita akan mengirimkan hari ini surat audiensi ke Menkopolhukam. Upaya hukum berjuang terus dilakukan karena wajib dibebaskan," ucapnya. 

Sebelumnya, Habib Bahar bin Smith divonis hukuman kurungan penjara selama enam bulan.

Baca juga: SOSOK ARA Penculik 10 Bocah yang Mengaku Murid Bahar bin Smith, Pernah Bakar Rumah Ustaz Uje

Vonis yang diberikan majelis hakim tersebut lebih rendah ketimbang tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) yang menuntut Bahar dengan hukuman 5 tahun penjara. 

Dalam putusannya, hakim menilai Bahar bersalah sebagaimana dakwaan pertama lebih subsider.

Dalam hal ini Bahar dinilai menyiarkan kabar tidak pasti sehingga dapat menerbitkan keonaran di kalangan rakyat. 

"Mengadili, menjatuhkan pidana penjara kepada terdakwa HB Assyaid Bahar bin Ali bin Smith dengan pidana penjara selama 6 bulan 15 hari," ujar hakim. 

Putusan tersebut langsung disambut dengan pekikan takbir dari para pendukung Bahar yang hadir di persidangan. 

"Alhamdulillah, allahuakbar" teriak pendukung. (*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved