Kamis, 16 April 2026

Baku Tembak di Rumah Jenderal

HASIL FORENSIK Jari Brigadir J Rusak Bukan Karena Dianiaya tapi Karena Keserempet Peluru

Patahnya dua jari Brigadir J tersebut menjadi salah satu awal kecurigaan keluarga akan kasus meninggalnya Brigadir J.

Editor: Ravianto
TRIBUN JAMBI/DANANG NOPRIANTO caption:
Ketua dokter tim forensik, Ade Firmansyah Sugiharto saat menggelar konferensi pers usai autopsi ulang jenazah Brigadir J pada Rabu (27/7/2022). Ade Firmansyah membeberkan hasil autopsi kedua atau hasil autopsi ulang terhadap jenazah Brigadir J yang dilakukan di Jambi pada Rabu (27/7/2022) lalu. 

TRIBUNJABARID, JAKARTA - Terungkap sudah apa penyebab dua jari tangan Brigadir J patah. Hasil autopsi ulang Brigadir Yosua yang dikeluarkan tim dokter forensik mengungkapkan kalau dua jari tangan kiri tersebut terluka bukan karena penganiayaan melainkan karena terserempet peluru.

Tim forensik dari Perhimpunan Dokter Forensik Indonesia (PDFI) juga memastikan tidak ada kuku Brigadir Yosua Hutabarat alias Brigadir J yang dicabut.

Hal ini sesuai dengan hasil autopsi ulang terhadap jenazah Brigadir J yang dilakukan di Jambi pada Rabu (27/7/2022) lalu.

"Enggak, enggak ada kuku dicabut, enggak sama sekali," kata Ketum PDFI, Ade Firmansyah kepada wartawan di Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (22/8/2022).

Patahnya dua jari Brigadir J tersebut menjadi salah satu awal kecurigaan keluarga akan kasus meninggalnya Brigadir J.

Keluarga saat itu menduga Brigadir J meninggal dianiaya setelah sekilas melihat kondisi jenazah seperti luka di jari serta hidung yang sobek.

Patahnya jari Brigadir J itu karena terserempet peluru sudah ditegaskan dalam hasil forensik kedua yang dikeluarkan tim dokter forensik dalam hal ini Perhimpunan Dokter Forensik Indonesia.

Perhimpunan Dokter Forensik Indonesia (PDFI) menegaskan patahnya dua jari tangan kiri Brigadir Nopryansah Yosua Hutabarat alias Brigadir J bukan karena penganiayaan.

Luka di tubuh Brigadir J tersebut diketahui karena tembakan.

Baca juga: Dokter Forensik UMUMKAN Hasil Autopsi Kedua Jenazah Brigadir J: Luka Fatal di Dada dan Kepala

“Itu adalah arah alur lintasan anak peluru, jelas sekali peluru keluar mengenai jarinya. Jadi itu memang alur lintasan, kalau bahasa awamnya mungkin tersambar ya seperti itu,” kata Ketua Perhimpunan Dokter Forensik Indonesia (PDFI), Ade Firmansyah di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Senin (22/8/2022).

Ade menjelaskan bahwa satu butir peluru diduga menyambar dan tembus tepat di sela-sela kedua jarinya.

Hal itulah yang diduga mengakibatkan jari Brigadir J patah.

“Memang sesuai analisa kami terkait lintasan anak peluru itu juga memang sesuai dengan arahan lintasannya ketika keluar dari tubuh tersebut,” kata Ade.

Diberitakan sebelumnya, Persatuan Dokter Forensi Indonesia (PDFI) menyarahkan hasil autopsi ulang Brigadir Nofriansyah Yosua alias Brigadir J kepada pihak kepolisian di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan pada Senin (22/8/2022).

Ketua Tim Dokter Forensik Gabungan Ade Firmansyah mengatakan hasil autopsi menunjukan tidak ada tanda-tanda kekerasan selain tembakan senjata api di tubuh Brigadir J.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved