Berkas Perkara Kasus Penusukan Purnawirawan TNI di Lembang Segera Dilimpahkan, Ini Ancaman Hukumnya

Berkas perkara kasus penusukan yang dilakukan HH (30) terhadap Letkol Inf (Purn) Muhammad Mubin (63) bakal segera dilimpahkan ke kejaksaan.

Tribun Jabar/Hilman Kamaludin
Petugas mengevakuasi jenazah sopir pikap yang jadi korban kasus penusukan di Jalan Adiwarta, RT 1/12, Desa Lembang, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Selasa (16/8/2022) pagi. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT - Berkas perkara kasus penusukan yang dilakukan HH (30) terhadap Letkol Inf (Purn) Muhammad Mubin (63) di Jalan Adiwarta, RT 01/12, Desa Lembang, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) bakal segera dilimpahkan ke kejaksaan.

Untuk saat ini, pelaku sudah ditahan di Mapolda Jabar setelah diringkus polisi di rumahnya tak lama setelah kejadian, tepatnya pada 16 Agustus 2022 lalu.

Kapolres Cimahi AKBP Imron Ermawan mengatakan, pihaknya akan berkerja keras semaksimal mungkin agar kasus yang ditangani Polda Jabar bisa segera dikirimkan ke kejaksaan.

Baca juga: Polisi Pastikan Penanganan Kasus Penusukan Purnawirawan TNI di Lembang Transparan

"Semaksimal mungkin berkas yang saat ini ditangani Polda Jabar segera dikirimkan ke jaksa untuk segera ditentukan keputusan (P21) yang jelas kami mohon doa," ujarnya di Mapolres Cimahi, Senin (22/8/2022).

Namun, untuk saat ini Imron belum bisa menjelaskan kapan berkas perkara kasus tersebut akan dilimpahkan karena saat ini kasusnya sudah ditangani Polda Jabar.

"Insya Allah secepatnya mungkin, bagaimana nanti pembuktiannya, bapak polisi adalah penyidik, tentunya nanti mohon dikawal," kata Imron.

Imron mengatakan, awalnya pelaku penusukan itu dijerat dengan pasal 351 KUHAP tentang penganiayaan hingga menyebabkan seseorang meninggal dunia, tetapi saat ini dijerat dengan pasal dijerat pasal 340, 338, dan 351 KUHAP.

"Itu hasil gelar dengan Direskrimum Polda Jabar, untuk ancaman hukumannya minimal 7 tahun maksimal sampai seumur hidup dan hukuman mati, tergantung vonis hakim," ucapnya.

Baca juga: Fakta Baru Kasus Penghilangan Nyawa Purnawirawan TNI di Lembang, Pelaku Ternyata Bohong ke Polisi

Ia mengatakan, penanganan kasus penusukan tersebut secara teknis sudah berdasarkan scientific investigation termasuk bekerjasama dengan Puslabfor Mabes Polri.

Seperti diketahui, akibat penusukan tersebut, Muhammad Mubin ditemukan tewas bersimbah darah di dalam mobilnya dengan kondisi tubuh penuh luka tusuk, yakni dua tusukan pada leher, dua di dada, dan satu lagi pada bagian perut.

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved