Neni, TKW yang Diguyur Bubur di Dubai Sering Dipaksa Bekerja 24 Jam dan Bersihkan Rumah 4 Lantai

Neni Aptiani (41) TKW asal Cianjur yang diguyur bubur oleh majikan di Dubai juga disuruh membersihkan rumah empat lantai, bahkan kini belum dibayar

TRIBUNJABAR.ID/FERRI AMIRIL MUKMININ
Neni Aptiani (41) TKW asal Cianjur yang diguyur bubur oleh majikan di Dubai kini sudah pulang ke rumahnya, Jumat (19/8/2022). Neni mengatakan, ia sering dipaksa bekerja 24 jam, disuruh membersihkan rumah empat lantai hingga mengalami pendarahan, bahkan kini upahnya belum dibayar. 

Kondisi Neni sedikit trauma, murung, kerap menyendiri, dan mimpi buruk.

Menurut suaminya, Neni trauma berat akibat kekerasan yang menimpanya tersebut. Sejak kembali ke rumah, Neni sering murung dan menyendiri.

Diberitakan sebelumnya, zeorang TKW asal Cianjur, Neni Aptiani (42), diguyur bubur sepanci oleh sang majikan di Dubai, Uni Emirat Arab.

Neni sempat mengalami pendarahan karena terlalu letih bekerja.

Suami korban, Ujang Kamaludin (50), mengatakan istrinya tersebut diguyur bubur sepanci hanya gara-gara majikannya tersebut tak suka ada bawang di atas bubur tersebut.

Suami Neni Aptiani, Ujang Kamaludin melaporkan kasus istrinya diguyur bubur sepanci oleh majikan di Dubai Uni Emirat Arab, Jumat (5/8/2022)
Suami Neni Aptiani, Ujang Kamaludin melaporkan kasus istrinya diguyur bubur sepanci oleh majikan di Dubai Uni Emirat Arab, Jumat (5/8/2022) (Tribun Jabar/Ferri Amiril Mukminin)

"Iya betul, hanya gara-gara tak suka ada bawang di dalam bubur tersebut, istri saya langsung diguyur bubur sepanci," katanya saat melapor ke DPC Astakira Pembaharuan Kabupaten Cianjur di Jalan Pramuka.

Beruntung istrinya tak mengalami luka karena bubur tersebut tidak terlalu panas alias sudah hangat.

Baca juga: TKW Asal Cianjur Diguyur Bubur Sepanci Oleh Majikan di Dubai, Gara-Gara Hal Sepele Ini

Berkaca dari hal tersebut, sang suami langsung meminta istrinya agar dipulangkan ke Cianjur.

"Istri saya sudah tiga kali berganti majikan, namun majikan yang sekarang merupakan yang paling kejam," katanya.

Ketua DPC Astakira Pembaharuan Kabupaten Cianjur, Ali Hildan, mengatakan bahwa saat ini istri Ujang sudah meminta perlindungan ke KJRI Dubai.

"Kami telah menerima kuasa dari keluarga untuk mengupayakan pemulangan Neni ke Indonesia agar bisa kembali berkumpul bersama dengan keluarga di Cianjur," ujar Ali. (*)

 

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved