HUT Kemerdekaan RI

Terima Remisi, 5 Warga Binaan Lapas Majalengka Langsung Bebas di Hari Kemerdekaan

Kepala Lapas Majalengka, Suparman, mengatakan sejumlah narapidana menerima remisi bervariatif pada HUT ke-77 Kemerdekaan Indonesia.

Penulis: Eki Yulianto | Editor: Tarsisius Sutomonaio
Tribun Jabar/Eki Yulianto
Tiga dari lima narapidana yang mendapatkan remisi bebas dari Lapas Majalengka pada HUT ke-77 Kemerdekaan RI dihadirkan di Gedung Pendopo Bupati Majalengka untuk bertemu Bupati Majalengka, Karna Sobahi, Rabu (17/8/2022). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNJABAR.ID, MAJALENGKA- Sebanyak 237 warga binaan pemasyarakatan (WBP) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Majalengka mendapatkan remisi pada perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-77 Kemerdekaan RI.

Lima dari antara mereka langsung bebas pada HUT ke-77 Kemerdekaan Indonesia, Rabu (17/8/2022).

Secara simbolis, surat keputusan remisi itu diberikan Bupati Majalengka, Karna Sobahi, kepada tiga warga binaan.

Penyerahan surat remisi itu dilakukan setelah selepas upacara pengibaran bendera merah putih di Gedung Pendopo Bupati Majalengka, Rabu (17/8/2022).

Kepala Lapas Majalengka, Suparman, mengatakan sejumlah narapidana menerima remisi bervariatif pada HUT ke-77 Kemerdekaan Indonesia.

Mulai dari satu bulan, dua bulan, hingga ada yang langsung bebas.

Baca juga: Peringati Hari Anak Nasional, 52 Anak Binaan Peroleh Remisi Khusus

"Dari total 321 warga binaan, 237 narapidana menerima remisi atau pemotongan masa tahanan."

"Jumlah remisi pun bervariasi, mulai dari 1 bulan potongan masa tahanan, hingga 6 bulan masa tahanan," ujar Suparman kepada Tribun, Rabu (17/8/2022).

Remisi yang diberikan, kata dia, bagi narapidana yang telah melaksanakan masa tanahan paling rendah selama 6 bulan dan telah mendapat kepastian hukum atau vonis pengadilan.

“Dari total keseluruhan yang mendapatkan remisi ini, mereka aktif melakukan serangkaian kegiatan di Lapas."

"Dari 237 warga binaan, lima di antaranya mendapatkan remisi langsung bebas, yang akan keluar tepat pada 17 Agustus,” ucapnya.

Warga binaan yang tidak mendapatkan remisi adalah dengan kasus berat seperti terorisme.

Dari jumlah warga binaan yang mendapatkan remisi, paling banyak terjerat kasus pencurian, asusila, dan narkoba.

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved