Minggu, 19 April 2026

Presiden Jokowi Bahas Ekonomi di Rapat Paripurna, Begini Respons Bupati Sukabumi

Bupati Sukabumi, Marwan Hamami, mengatakan, Presiden Jokowi menyampaikan secara umum bahwa di daerah mengalami kesulitan.

Penulis: M RIZAL JALALUDIN | Editor: Hermawan Aksan
Tribun Jabar
Bupati Sukabumi Marwan Hamami memberikan respons terhadap pidato Presiden Joko Widodo di rapat paripurna, Selasa (16/8/2022). 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Kabupaten Sukabumi M Rizal Jalaludin

TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - Segenap pejabat Forkopimda Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, mengikuti rapat paripurna HUT RI.

Mereka mendengarkan pidato Presiden Joko Widodo, Ketua DPR RI, Ketua MPR RI, dan Ketua DPD RI di ruangan rapat Paripurna DPRD Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (16/8/2022).

Dalam pidatonya, Presiden Jokowi membahas pertumbuhan ekonomi pasca-pandemi dan keberhasilan Indonesia dalam mengatasi pandemi Covid-19.

Bupati Sukabumi, Marwan Hamami, mengatakan, Presiden menyampaikan secara umum di daerah mengalami kesulitan.

Baca juga: Respons Presiden Jokowi Soal Usuhan Luhut Binsar Pandjaitan agar Perwira TNI Bisa Masuk Pemerintahan

Namun, fondasi perekonomian di masyarakat masih kuat sehingga tidak terlalu terjadi krisis ekonomi.

"Ya, tadi yang telah disampaikan memang secara umum sebetulnya ini di daerah pun mengalami kesulitan-kesulitan, tetapi dibandingkan dengan kondisi di negara lain, di mana saya juga kemarin melakukan perjalanan keluar, stabilitas ekonomi maupun jiga sosial kita lebih baik," ujar Marwan seusai rapat.

"Salah satu contohnya bahan bakar setara Pertalite di beberapa negara harganya hampir 25 ribu per liter, di kita masih dapat subsidi walaupun hari ini agak kesulitan."

"Ini salah satu barangkali fondasi ekonomi kita masih kuat."

Menurutnya, saat ini pemerintah masih mencari ruang pendapatan baru untuk menjaga pertumbuhan ekonomi.

Karena itu, Presiden meminta usaha mikro kecil menengah (UMKM) menjadi salah satu penggerak dalam mendukung pertumbuhan ekonomi.

"Walaupun juga pemerintah mencari ruang pendapatan baru, inilah strategi bagaimana supaya masyarakat khususnya masyarakat yang banyak ini bisa terkondisikan."

"Perubahan ini secara masif untuk mereka tidak harus mengalami persoalan terutama di daya beli," kata Marwan.

"Makanya UMKM, tadi Pak Presiden berharap menjadi salah satu motor penggerak, tadi diceritakan juga tentang keberhasilan salah satu sumber daya alam yang dimiliki."

"Salah satunya nikel, yang dulu hanya 16 triliun menjadi 400 triliun, luar biasa," jelasnya.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved