Minggu, 19 April 2026

Lomba Agustusan, Serunya Makan 17 Cabai Rawit, 8 Lontong, dan 45 Tahu Sumedang Pegawai Disperindag

Puluhan pegawai Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian, dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sumedang mengikuti lomba makan tahu Sumedang, Selasa.

Penulis: Kiki Andriana | Editor: Januar Pribadi Hamel
TRIBUNJABAR/Kiki Andriana
Suasana lomba memakan Tahu Sumedang, di Kantor Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Sumedang, Selasa (16/8/2022). 

Laporan Kontributor TribunJabar.id Sumedang, Kiki Andriana

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Puluhan pegawai Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian, dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sumedang mengikuti lomba makan tahu Sumedang, Selasa (16/8/2022).

Tahu Sumedang adalah kudapan berbahan dasar kacang kedelai. Berbeda dengan tahu pada umumnya, tahu sumedang bertekstur lebih renyah dan tengahnya sedikit kopong.

Warna tahu sumedang cenderung cokelat dengan rasa yang gurih ketika disantap.

Lomba makan tahu di halaman Kantor Disperindag Kabupaten Sumedang, Selasa, ditujukan agar selain memberi warna baru pada jenis lomba Agustusan, juga mengenalkan tahu sumedang ke khalayak lebih luas.

Baca juga: Kuburan Panemu Tahu Sumedang Ong Bungkeng Turut Dibongkar Orang Tak Dikenal

"Biar tahu lebih dikenal, biar banyak orang lebih tahu soal tahu dan kota tahu," kata Kadisperindag Sumedang, Hari Santosa di sela-sela acara lomba.

Hari mengatakan, format tahu dalam lomba disesuaikan dengan tanggal Kemerdekaan RI. Yakni, peserta wajib menghabiskan 17 cabai rawit, 8 lontong, dan 45 tahu Sumedang.

Lomba makan tahu diikuti secara antusias oleh Pegawai Disperindag.

Saat lomba, mereka mengenakan kaus seragam berwarna merah.

Mereka bersuka cita dalam lomba, bahkan sambil teriak-teriak kegirangan saat cabai, lontong, dan tahu berhasil dihabiskan.

"Habis! habis!" teriak orang-orang dari salah satu meja sambil mereka mengangkat daun bekas bungkus lontong dan piring kosong.

Tahu Sumedang yang semula menggunung di atas piring pun sama ludesnya.

Teriakan habis itu juga menjadi pertanda juara. Kelompok "Bidang Koperasi" memenangkan lomba makan itu.

"Saya enggak ada persiapan apapun, tapi untuk menang lomba ini, kami makan dilegleg (tanpa dikunyah)," kata Muhammad Syukur, pegawai Diskoperindag Bidang Koperasi.

Syukur mengatakan di rumahnya dia memang sempat sarapan dulu, tiga buah lontong, secangkir kopi, dan segelas teh.

Tapi, ketika di kantor harus ikut lomba makan, dia mengaku sangat siap dan tidak merasa kekenyangan.

"Cengek (cabai rawit)-nya kurang," katanya, diiringi teman-temannya yang terus-terusan berteriak kegirangan. (*)

Baca juga: Kondisi Jalur Mudik Bandung-Garat Ramai Dilalui Pemudik, Tahu Sumedang Terus Digoreng sang Penjual

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved