Persib Bandung
Hengkang dari Persib, Robert Alberts Jadi Pelatih Asing ke-11 yang Gagal, Penggantinya Asing Lagi?
Sejak Persib menggunakan pelatih asing pada musim 2003, tak ada satupun yang berakhir sukses. Robert menjadi pelatih asing kesebelas yang gagal.
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Robert Rene Alberts tak lagi bersama Persib Bandung.
Pelatih asal Belanda ini akhirnya memilih mundur, memenuhi desakan ribuan bobotoh, yang kemarin kembali mendatangi Graha Persib, Jalan Sulanjana, Kota Bandung, sejak pagi.
Mundurnya Robert mengukuhkan Persib Bandung sebagai "kuburan" para pelatih dari luar negeri.
Sejak menggunakan pelatih asing pada musim 2003, tak ada satupun yang berakhir sukses. Robert menjadi pelatih asing kesebelas yang gagal.
Pengumuman pengunduran diri Robert Alberts disampaikan langsung Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Umuh Muchtar di depan ribuan bobotoh dari mobil komando.
Didampingi Komisaris PT PBB lainnya, Kuswara S. Taryono, Umuh mengatakan apa yang diinginkan para bobotoh terlah dipenuhi.
"Robert (Rene Alberts) sudah tidak ada lagi di Persib. Nanti saat lawan Semarang (PSIS), dia sudah tidak lagi bersama kita. Semua sudah disetujui," ujarnya disambut riuh tepuk tangan bobotoh.
Umuh mengatakan, mereka akan mencari jalan terbaik bagi Persib Bandung dan semua pihak yang mencintai Persib.
Baca juga: KABAR BAIK dari Persib Bandung setelah Robert Alberts Pergi, Ada Tambahan Amunisi vs PSIS Semarang
"Saya sudah sampaikan apa yang diperintahkan Pak Glenn di hadapan bobotoh (mengungumkan pengunduran diri Robert Alberts). Alhamdulilah sekarang bobotoh sudah aman, sudah tenang. Saya akan terus cari jalan yang terbaik buat semua, biar PT (PBB) enak, Persib enak, pemain nyaman, bobotoh juga sama. Jadi ini jalan yang terbaik," ucapnya.
Terkait kandidat calon pengganti Robert Rene Alberts, Umuh menjelaskan bahwa pihaknya masih mencari sosok yang lebih baik dari sebelumnya.
"Sampai saat ini belum ada. Tapi, kalau Pak Glenn tidak hitung-hitungan soal materi. Kalau ada yang mahal dan memang lebih baik, kita juga siap. Kita akan terus bergerak biar enggak terlalu lama kekosongan pelatih. Tapi kita juga enggak mau buru-buru. Sayang kan kalau salah pilih pelatih," ujarnya.
Meski demikian, Umuh mengisyaratkan bahwa pelatih yang akan mereka pilih nanti kemungkinan adalah juga pelatih asing.
"Kemungkinan yang belum pernah sama sekali (melatih di Indonesia), tapi dia sudah punya nama. Kalau ada pelatih, tapi belum pernah bawa juara, ya buat apa (dipilih)," katanya.
Terkait tuntutan para bobotoh agar manajemen memperbaiki sistem ticketing untuk menonton semua laga kandang tersisa, Umuh berjanji akan mengupayakan yang terbaik bobotoh. Skemanya, kata Umuh, akan diubah.
"Agar lebih memudahkan para bobotoh untuk menonton ke stadion," ujarnya.
Baca juga: BERITA PERSIB PAGI Ini Kata-kata Terakhir Robert Alberts sebelum Dibuang Persib Bandung, soal Tim
Kuswara mengatakan, persetujuan untuk mengakhiri kerjasama antara Persib Bandung dan Robert Rene Alberts sebagai pelatih kepala Persib mereka putuskan setelah melakukan pembahasan panjang.
"Perlu kami sampaikan bahwa manajemen yaitu, saya, Pak Umuh (Muchtar), Pak Glenn (Sugita), Pak Zainuri (Hasyim), dan Pak Teddy (Tjahjono) sudah sejak lama membahas terkait proses evaluasi. Kenapa lama, karena kami memerlukan waktu yang tepat untuk melakukan evaluasi," ucapnya.
Kuswara mengatakan, apa yang dirasakan bobotoh atas prestasi minor yang didapat Persib dalam tiga laga terakhir di kompetisi BRI Liga 1 musim 2022/2023 juga mereka rasakan.
"Kami di manajemen juga merasakan hal yang sama, sedih, marah, dan kecewa dengan hasil pertandingan kemarin. Persib hanya bisa dapatkan satu kali imbang dan dua kali kalah. Untuk itu kami mohon maaf, dan barangkali tim perlu waktu untuk kembali berada di jalur yang tepat," ujarnya.
Bersyukur
Juru bicara Viking Persib Club (VPC), Ibro Hendri, mengaku sangat bersyukur, aspirasi ribuan bobotoh didengar dan dapat diakomodir oleh manajemen PT PBB.
Baca juga: Umuh Muchtar Ungkap Detik-detik Robert Mundur Jadi Pelatih Persib, Ia Ditelepon Bos Besar Persib
"Alhamdulillah, tuntutan kami sudah teraspirasikan oleh kawan-kawan saat melakukan aksi unjuk rasa hari ini. Seperti yang saya sampaikan, tuntutan kami hanya ingin Robert (Rene Alberts) mundur dari kepelatihan dan perbaikan mengenai penjualan tiket. Alhamdulillah sudah disetujui langsung oleh dua komisaris PT PBB," ujarnya saat dihubungi melalui telepon, kemarin.
Ia berharap, mundurnya Robert Rene Alberts, dapat memberi dampak positif bagi tim kesayangan bobotoh, Persib Bandung.
"Kami berharap kedepannya Persib bisa menang dan merangkak naik dari keterpurukan di papan klasemen, bahkan jadi juara musim ini," ucapnya.
Menurutnya, selama tiga musim Robert Rene Alberts menangani tim Persib, belum ada satu pun gelar yang dipersembahkan.
Bahkan, musim ini justru menuai hasil minor dalam tiga pertandingan terakhirnya.
"Jelas itu tak pantas bagi Persib. Persib ini tim besar, tak seharusnya berada papan bawah klasemen, dan saya rasa ini semua kesalahan pelatih," ucapnya.
Ibro pun mengaku, tidak meragukan kualitas para punggawa Maung Bandung musim ini.
"Mereka adalah pemain berkualitas di Liga. Makannya dalam aksi tadi kami tidak mempermasalahkan soal pemain," katanya.
Baca juga: Lupakan Robert Alberts, Saatnya Bobotoh Nyetadion, Ini Harga Tiket Persib Bandung vs PSIS Semarang
(cipta permana/deanza falevi/adi ramadhan)
Tak Satu Pun Juara
BERIKUT nama-nama pelatih asing yang sempat direkrut Persib Bandung. Semuanya gagal mempersembahkan gelar juara bagi Persib Bandung.
1. Marek Janota (1980-1983)
2. Marek Andrzej Sledzianowski (2003)
3. Juan Antonio Paez (2003-2004)
4. Arcan Iurie Anatolievichi (2006-2007)
5. Darko Janackovic (2010)
6. Jovo Cuckovic (2010)
7. Drago Mamic (2011)
8. Dejan Antonic (2016)
9. Mario Gomez (2018)
10. Miljan Radovic (2019)
11. Robert Rene Alberts (2019-2022)