4 Bulan Terakhir Ada 2 Anak Gizi Buruk Meninggal di Cianjur, Terakhir Bayi Amira yang Baru 7 Bulan

Kasus gizi buruk meninggal dunia ternyata bukan yang pertama terjadi di Cianjur di tahun 2022

TRIBUNJABAR.ID/FERRI AMIRIL MUKMININ
Sang ibu Ipah Masripah (kerudung hitam) berlinang air mata mengenang bayinya yang meninggal, keluarga sempat tak mengira Amira menderita gizi buruk. 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Ferri Amiril Mukminin

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Kasus gizi buruk meninggal dunia ternyata bukan yang pertama terjadi di Cianjur di tahun 2022. Dalam empat bulan terakhir sudah ada dua kasus meninggal dunia akibat gizi buruk di Kabupaten Cianjur.

Kejadian pertama menimpa, Mutia Septiani (8) yang diduga mengalami gizi buruk meninggal dunia saat dirawat di RSUD Sayang Cianjur, Kamis 12 Mei 2022.

Anak dari pasangan Alan dan Yati Rohayati asal Kampung Tegal Panjang RT 03/01, Desa Mekarjaya, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, ini fotonya sempat viral karena tubuhnya yang sangat kurus.

Baca juga: INNALILLAHI Bayi Gizi Buruk di Cianjur Itu Meninggal Dunia, Sang Ibunda Ungkap Kebaikan Bidan

Pemerintah Desa Mekarjaya, Kecamatan Mande, dan Puskesmas Jamali sempat turun tangan langsung menangani Mutia.

Camat Mande, Rella Nurella, membenarkan informasi Mutia Septiani meninggal saat mendapatkan perawatan di RSUD Sayang Cianjur.

Kasus kedua menimpa seorang bayi berumur tujuh bulan bernama Amira, setelah dinyatakan menderita gizi buruk karena beratnya hanya 4 kilogram, nyawanya tak tertolong saat dirawat di ICU RSUD Sayang Cianjur.

Sang ibu, Ipah Masripah (23), sempat menolak desakan dari Puskesmas untuk segera membawa sang bayi ke rumah sakit dengan alasan tak punya uang.

Dehidrasi parah yang diderita bayi warga Kampung Singareret RT 03/03, Desa Bobojong, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, ini menjadi penyebab selain penyakit penyerta infeksi paru-paru.

Sang ibu, Ipah Masripah (23), mengatakan saat bayinya drop memang ia tak memegang uang sepeserpun, anjuran dari bidan sempat ia debat karena khawatir dengan biaya.

Baca juga: Pilu Amira Bayi Gizi Buruk di Cianjur, Meninggal di ICU, Sulit Berobat karena Ibu Tak Ada Biaya

"Kepada bidan saya sempat mengucapkan kata ikhlas ketika bayi saya drop karena tak ada uang, bidan tetap memaksa saya untuk membawa bayi saya ke rumah sakit," ujar Ipah ditemui di rumahnya, Rabu (10/8/2022).

Ipah mengatakan, ia dianjurkan membuat surat keterangan tak mampu dan akhirnya bayinya dibawa ke rumah sakit. "Sempat stabil denyut jantungnya, namun kemudian dokter mengatakan nyawanya tak tertolong," ujar buruh pabrik ini.

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved