Atalia Praratya Perkenalkan Aplikasi Home Clinic, Bisa Panggil Tenaga Kesehatan dan Dokter ke Rumah
Istri Gubernur Jabar Ridwan Kamil, Atalia Praratya meluncurkan aplikasi Home Clinic, sebuah inovasi dibidang kesehatan untuk memberikan kemudahan
Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: Mega Nugraha
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Istri Gubernur Jabar Ridwan Kamil, Atalia Praratya meluncurkan aplikasi Home Clinic, sebuah inovasi di bidang kesehatan untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat membutuhkan tenaga medis.
Melalui aplikasi ini, masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan Homecare dapat memanggil tenaga kesehatan langsung ke tempat pasien melalui aplikasi Home Clinic yang dapat diunduh di Google Playstore.
Peresmian aplikasi ini dilakukan oleh CEO Home Clinic, Yunus Alaan Pakpahan, CTO Home Clinic Jason Limanjaya dan Staf Ahli Menteri Kesehatan Bidang Digital Setiaji yang hadir secara virtual, serta perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, serta Dinas Kesehatan Kota/Kabupaten Bandung.
Atalia Praratya mengatakan, jika memungkinkan aplikasi ini dapat diterapkan di 27 kabupaten kota di Jawa Barat.
Baca juga: Pakai Link Ini! Cara Download Video YouTube Jadi Mp3 di HP Gratis Tanpa Aplikasi Dengar di Galeri HP
"Ini jadi pilot project, mudah-mudahan bisa berikan kontribusi terbaik. Insyaallah bisa besar lagi, tidak hanya di Kota Bandung dan Kabupaten Bandung, bisa di Jabar bahkan di Indonesia," ujar Atalia.
Marketplace Home Care bernama Home Clinic ini, diklaim menjadi aplikasi pertama di Indonesia dan bisa mempertemukan langsung antara pasien dengan dokter, perawat, bidan maupun fisioterapis.
“Ini terobosan yang luar biasa dan pertama di Indonesia" ujar Yunus Alaan Pakpahan.
Yunus mengungkapkan, beragam layanan kesehatan dapat didapatkan dari aplikasi ini contohnya layanan pasca operasi, ada pasien yang baru pasang perban, kecelakaan atau baru operasi, biasanya pulang ke rumah lalu beberapa hari kemudian luka tersebut harus dibersihkan atau dibuka perbannya dan pelayanan itu bisa dilakukan di rumah, terlebih pasien bisa leluasa memilih tenaga kesehatan yang menjadi mitra Home Clinic.
"Misalnya mau layanan panggil dokter, nah dokter yang terdekat bisa langsung datang menghampiri pasien, mirip aplikasi transportasi yang sudah ada di Indonesia saat ini," katanya.
Pelayanan kesehatan ini di antaranya, layanan dokter umum, rapid antigen, pelayanan bunda untuk ibu menyusui dan mandi bayi, ada juga suntik vitamin c, pasca operasi ringan dan berat, ada juga layanan fisioteraphy lengkap dengan peralatannya.
Menurut Yunus, semua layanan yang dilakukan nakes tentunya harus melalui diagnosis dokter sebagai profesi yang memiliki kompetensi di bidang medis.
“Dan jika ada keluhan lebih lanjut, nakes wajib merujuk ke fasilitas kesehatan dasar seperti klinik atau lanjutan seperti rumah sakit. Ini harus diperhatikan oleh nakes yang bergabung menjadi mitra Home Clinic,” ucapnya.
Saat ini sudah ada kurang lebih 100 orang orang nakes yang terdiri dari dokter, perawat, bidan dan pisioterafis yang bergabung dalam Home Clinic. Semua nakes wajib memiliki STR dan SIP praktek.
Menurut Yunus, selain membantu pasien mendapatkan layanan home care dengan mudah, Home Clinic juga membantu nakes menambah penghasilan tambahan.
CTO Home Clinic Jason Limanjaya menambahkan, bergabungnya nakes dengan aplikasi ini bisa menjadi penghasilan tambahan.