Di Depan Nakes, Ferry Sebut Pemprov Jabar Ajukan Pengangkatan ASN Nakes Honorer ke Kemenkes

Pemprov Jabar mengajukan permohonan ribuan tenaga honorer bidang kesehatan yang bertugas di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes)

TRIBUNJABAR.ID/MUHAMAD SYARIF ABDUSSALAM
Sekitar seribu tenaga honorer dari kabupaten dan kota di Jabar berunjuk rasa di Gedung Sate, Jumat (5/8/2022). Pemprov Jabar mengajukan permohonan ribuan tenaga honorer bidang kesehatan yang selama ini bertugas di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) pemerintah di Jabar, agar segera diangkat menjadi aparatur sipil negara atau ASN. 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengajukan permohonan ribuan tenaga honorer bidang kesehatan yang selama ini bertugas di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) pemerintah di Jabar, agar segera diangkat menjadi aparatur sipil negara atau ASN.

Hal tersebut dinyatakan Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat, Ferry Sofwan Arif, seusai menerima audiensi dengan perwakilan Forum Komunikasi Honorer Fasyankes Jawa Barat yanh berunjuk rasa di depan Gedung Sate, Jumat (5/8).

"Ini akan kami teruskan ke pemerintah pusat. Semoga perjuangannya kita semua mendapatkan rida dari Allah SWT," kata Ferry dalam kesempatan teraebut.

Ia mengatakan akan memfasilitasi tuntutan ribuan pengunjuk rasa dari berbagai fasyankes di Jabar ini dengan melaporkannya kepada Gubernur Jabar Ridwam Kamil. Semua tuntutan mereka akan ditindaklanjuti, termasuk koordinasi dan melaporkan ke pemerintah pusat.

Dikatakan, pihaknya juga akan berkoordinasi tidak hanya dengan Kemenpan yang memiliki kewenangan soal kepegawaian, tapi juga dengan jika Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Kesehatan.

"Tuntutan mereka itu ya kewenangannya memang ada di pusat. Kendati demikian, kami tetap harus mengapresiasai mereka," katanya.

Baca juga: Hari Ini Ribuan Honorer Nakes Sukabumi Demo di DPRD Sukabumi, 2023 Akan Dihapus

Ketua Forum Komunikasi Honorer Fasyankes Jawa Barat, Suhendri, mengatakan ada lima poin yang sudah disampaikan perwakilan forum tersebut. Tuntutan ini akan disampaikan dan diteruskan ke pemerintahan pusat dengan berbagai poin-poin yang sudah diterimanya.

"Kami dengan senang hati sudah diterima dengan baik oleh perwakilan dari Bapak Gubernur yaitu terkait masalah beberapa poin dari tuntutan kami bersama, di antaranya adalah Pak Gubernur akan berkomitmen dengan seluruh non-ASN yang bekerja di lasyankes di daerah Jawa barat untuk diajukan kepada Presiden RI agar dapat diangkat menjadi ASN," katanya.

Poin kedua, katanya, Gubernur akan menjamin tenaga non-ASN fasyankes pemerintah di wilayah Jabar. Jika di tahun 2023 belum menjadi ASN, mereka tetap bisa bertugas melalui SK bupati dan walikota.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved